Pecinta Mobil Timor 'Ngumpul Bareng' Di Kampung Kahuripan Purwakarta

PURWAKARTA - Penggemar eks mobil nasional sedan Timor era orde baru, yang tergabung dalam komunitas Timor-er Purwacika menggelar bakti sosial peduli bencana alam. Bakti sosial digelar bertepatan dengan hari jadi komunitas yang ketiga tahun, Minggu (13/1/2019) di Kampung Kahuripan Purwakarta, Jawa Barat.

Ketua Umum Timor-er Indonesia, Yudi Mardiyanto mengatakan, dirinya mengapresiasi afiliasi Timor-er Purwakarta, Cikampek, Karawang, yang menyelenggarakan bakti sosial peduli bencana alam tsunami Banten - Lampung, disela perayaan ulang tahun yang ketiganya.

BACA JUGA : Ingin Mengabdi Ke Rakyat, Alasan Jokotri Pengusaha Sukses Maju Jadi Caleg Jabar

"Ini angota Timor-er yang sesungguhnya, tak hanya kemeriahan anniversary ke-3 saja,tapi tetap mengedepankan kepedulian sosial didalam acaranya," kata Yudi dalam sambutannya.

Yudi berharap, seluruh afiliasi Timor-er bersatu, menjaga persaudaraan sesama anggotanya. Pasalnya, saat ini sudah tercatat 49 afiliasi Timor-er di berbagai daerah di Indonesia sudah terbentuk.

"Yang segera bergabung satu lagi Timor-er Belitung. Dalam waktu dekat akan segera bergabung," ucapnya.

BACA JUGA : Polres Karawang Selidiki 2 Video Mesum Diduga Siswi Alumni SMA Negeri Favorit

Sementara, Ketua Umum Timor-er Purwacika, Aep Muid Jabarudin, atau akrab dipanggil Boef menambahkan, saat ini anggota Timor-er Purwacika mencapai 164 anggota yang terdaftar. Kendati menurut catatan sebelumnya mencapai 200 an lebih anggota. 

"Tepat diperayaan hari ulang tahun yang ke 3 Timor-er Purwacika, kami jadikan momen ini sebagai ajang silaturahmi, sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama pecinta mobil Timor," ungkapnya. 

Sepanjang acara, pihak panitia penyelenggara berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 3 juta. "Rencana akan ditambah dari kas organisasi," imbuh Damar, panitia pelaksana kegiatan.

Sebagai informasi, mobil Timor tercipta berawal dari dikeluarkannya Inpres Nomor 2 Tahun 1996 yang menginstruksikan kepada Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Keuangan, dan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua Badan Koordinasi Penanaman modal agar secepatnya mewujudkan industri mobil nasional.

Untuk menggarap proyek ini, Pemerintah pusat menunjuk PT. Timor Putra Nasional (PT. TPN) sebagai pionir mobil nasional. Pemilik perusahaan ini adalah putera mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau biasa dipanggil Tommy Soeharto. Mobil Timor secara resmi diluncurkan pada 8 Juli 1996 di Jakarta.

Tommy bekerja sama dengan Kia Motors, produsen mobil asal Korea Selatan. Rencananya, PT TPN akan membuat model mobil Kia Sephia versi Indonesia. Di tahun-tahun awal, mobil Timor dibuat sepenuhnya completely build up (CBU) di Korea Selatan, lalu diimpor secara utuh ke Indonesia.

BACA JUGA : Diskpoperindag Purwakarta Berharap Pemda Segera Tetapkan Perda SPBU Mini

Saat itu mobil Timor dijual setengah harga dari mobil-mobil kompetitor sekelasnya.  Harga Timor hanya dibanderol Rp 35 juta dan tegolong murah saat itu. Namun, Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa memprotes hak istimewa yang diberikan pemerintah saat itu untuk mobil Timor. 

Masalah ini dibawa ke World Trade Organization (WTO). WTO memutuskan agar Indonesia mencabut keputusan penghapusan bea masuk dan pajak barang mewah mobil Timor. Pada 1997, produksi Timor dihentikan karena krisis moneter dan juga lengsernya Presiden Soeharto. (Tar)

Tags:

Berita Terkait

Related News