Garbi Terlahir Dari Rahim Keprihatinan Nasib Bangsa

CIREBON-Ketua Umum Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Provinsi Jawa Barat, Nandang Burhanudin, menegaskan, kelahiran GARBI didasarkan pada munculnya keprihatinan atas kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Penegasan itu disampaikannya saat tampil utarakan orasi kebangsaan (politik kebangsaan) dihadapan ratusan pengurus dan kader GARBI se Ciayumajakuning di Coffe and Friends jalan Wahidin Kota Cirebon, Minggu (13/1/2019) malam.

Dalam orasi kebangsaannya, Nandang menegaskan bahwa GARBI lahir bukan sebagai wadah Barisan Sakit Hati (BSH) dari parpol tertentu. GARBI hadir, bukan pula karena motif kekecewaan. Melainkan, karena kegelisahan dan keprihatinan akan fenomena keterpurukan bangsa akhir-akhir ini.

"Karena itu, GARBI tidak akan menyakiti dan tidak akan mengecewakan. GARBI lahir karena atas kegelisahan atas kondisi bangsa Indonesia yang kaya raya bahkan super kaya, akan tetapi nasib bangsanya terbalik. Nasib bangsa berada dirundung kemiskinan bahkan kemiskinan terbaru adalah berpenghasilan 20 ribu rupiah, itu disebut kaya raya, saking miskinnya," kata Nandang.

Di saat bangsa-bangsa lain menunjukkan keberhasilan di segala bidang, Tiongkok dengan perekonomiannya, mampu merajai dunia. Bahkan Tiongkokjsudah melandingkan dan menempatkan awaknya di angkasa luar (bulan).

"Tapi bangsa Indonesia masih sibuk untuk sekedar melihat bulan," ujarnya.

"Ketika Turki sekarang berada di level 13, ekonomi dunia, dan berhasil meningkatkan PDB bagi masyarakatnya menjadi 13 ribu US Dollar per tahun untuk 1 orang warga Turki dari asalnya hanya 3 ribu US Dollar, bangsa Indonesia justru menurun," lanjut Nandang.

Tak cukup di situ, sambungnya, di bidang kesehatan, Turki pun membebaskan beban pembiayaan. Begitu juga di bidang Pendidikan, Turki mampu menggratiskan dan membebaskan beban biaya bagi rakyatnya di bidang pendidikan, mulai dari tingkat TK sampai doktor.

"Sementara bangsa ini masih berjibaku untuk sekedar bayar SPP anaknya. Turki sudah menggratiskan kesehatan bagi rakyatnya. Apapun gratis tidak perlu BPJS yang ternyata nunggak," tutupnya. (jhn).

Tags:

Berita Terkait

Related News