Lewat Gagasan Kopi Manis, Kapolres Purwakarta Lebih Dekat Dengan Warga

PURWAKARTA-Kendati cuaca tengah dalam keadaan gerimis, namun masyarakat Desa Sumurugul, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, tetap antusias menunggu kedatangan Kapolres Purwakarta, AKBP Twedi AB, beserta jajaran, Rabu (30/1/2019). 

Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres Purwakarta itu datang ke Desa Sumurugul, dalam rangka menjalin Komunikasi Polisi Masyarakat Harmonis (Kopi Manis) yang merupakan program Kapolres Purwakarta saat ini. 

Kepala Desa Sumurugul, Dani Hamdan Mubarok, mengatakan, rasa bangganya atas program Kopi manis yang digelar Kapolres Purwakarta di desanya. 

"Rasa bangga yang luar biasa desa kami dikunjungi dan bisa berkomunikasi langsung dengan Kapolres Purwakarta. Seluruh masyarakat menyambut baik," ungkap Dani, kepada Portaljabar.net, usai kegiatan Kopi Manis tersebut.

Dengan program yang digelar Kapolres Purwakarta tersebut, Dani mengakui sudah saatnya masyarakat mengikuti perkembangan zaman disertai pengetahuan hukum yang mumpuni. Tujuannya yakni agar masyarakat tidak salah kaprah dalam mengartikan hukum.

“Saya apresiasi penuh kegiatan ini. Karna pengetahuan hukum, memang harus dimiliki masyarakat tak terkecuali bagi ibu-ibu bahkan kaum lansia sekalipun," ucapnya. 

Lanjut Dani, masyarakat pun jadi tahu soal apa saja pelanggaran lalu lintas, cara sehat dalam bermedsos, penyuluhan, serta memberikan materi tentang alur tata cara pelaporan permasalahan kasus yang terjadi di desa dan juga pengetahuan tentang bahaya narkoba serta miras.

"Ya ini kegiatan yang sangat bagus dan bermanfaat, jadi kan masyarakat bisa tau mana yang melanggar hukum, mana peraturan lalu lintas yang harus di patuhi dan jenis narkoba apa saja yang sudah merajalela di masyarakat. Setidaknya, masyarakat kami jadi melek hukum dan tau bahaya narkoba serta bagaimana memerangi narkoba," tambahnya.

Selain itu, Dani menuturkan, program Kopi Manis ini merupakan wujud Kepolisian Resort (Polres) Purwakarta dalam menjalin kemitraan dengan masyarakat yang ada di perdesaan. 

Program Kopi Manis untuk ini mengubah image atau mindset masyarakat tentang Polri dan TNI. Artinya, dengan program Kopi Manis yang digagas Kapolres Purwakarta, bapak Twedi ini, membuat masyarakat tidak merasa takut berkomunikasi dengan TNI-Polri. 

"Serta dapat membuat TNI-Polri selalu ada di hati masyarakat. Saya rasa, kopi manis ini harus rutin di gelar ya minimal dua bulan sekali lah pak Kapolres main ke desa kami," pungkasnya. (rhu).

Tags:

Berita Terkait

Related News