Startup Galery Seni Budaya QQ Kuningan

Oleh: Fendi Adiatmono

(Kurator Gallery Seni QQ Kuningan)


KUNINGAN - Membuat suatu sejarah baru. Direktur QQ Kaffee and Resto, Ibu Sri Yenti telah berani membuat keputusan ‘gelar pameran’ sekaligus sebagai penanda bahwa tempat ini representatif untuk pameran. Arif Rivai Rumin, leader untuk berlangsungnya seluruh rangkaian giat pameran dan Charys sebagai koordinator pameran, telah membagi kesibukan rumah-kampus-pameran menjadi semakin memadat.

Grup Nirmanaisme Diskomvis (Desain Komunikasi Visual) Universitas Kuningan dan ‘Artistextille’ Bandung (UMBdg) antusias dalam memamerkan karyanya, dengan iringan beladiri Kuningan oleh Agus dan Musik kreatif karya Ejot.

Yenti menjelaskan dalam orasi pembukaan bahwa inti produksi kreatif yang 'berfungsi' sebagai agen transformasi budaya dapat membantu memotivasi orang dan menciptakan sistem nilai dan lingkungan tempat tinggal sebagai fungsi inovasi dan kewirausahaan.

Pembukaan Pameran oleh Sri Yenti, Presiden Direktur QQ Gallery

 

Pameran ini mengusung topik utama Nirmana, dan diselingi bantuan merchandise berupa karya seni. Secara umum pembelajaran Nirmana dalam Seni dan Desain didasari pengalaman melalui pameran. Kita belajar paling efektif dengan melakukan pengalaman aktif, dan refleksi atas pengalaman itu. Kita belajar melalui latihan, melalui penelitian, dan melalui refleksi pada keduanya.

Pembelajaran aktif dan reflektif ini membuat hubungan dinamis antara praktik dan penelitian. Latihan kekaryaan memunculkan pertanyaan yang dapat diselidiki melalui penelitian, itu pada gilirannya berdampak pada praktik (eksperimen-karya jadi).

Pengetahuan harus diterapkan karena merupakan interpretasi realitas. Studi kasusnya adalah pendekatan intelegensi spasial analisis unsur intrinsik diri, dan ekstrinsik hingga terwujudnya visualisasi. Maka, hal itu dapat memberi cahaya dan memperjelas prinsip konstruktivisme secara umum.

Pameran ini bersymbian dan memiliki daya dorong untuk terlibat dalam eksplorasi aktif dalam konteks membangun. Penggunaan metafora eksplorasi telah lama diakui sebagai sarana yang kuat untuk meningkatkan pemahaman kita melalui strategi imajinatif (Lakoff dan Johnson). Pekerjaan berharga telah dilakukan pada penggunaan metafora, terutama metafora spasial dan sosial, sebagai cara untuk mendorong 'kealamian dan intuitif'’ yang lebih besar dalam desain. Penulis telah menggunakan metafora 'pengembaraan eksplorasi' untuk menggambarkan pameran sebagai aktualisasi desain.

Latar belakang dicetuskan kegiatan pameran Nirmana ini adalah adanya perkembangan dan meningkatnya dunia seni rupa dewasa ini yang terlihat pada banyaknya karya baru dalam bidang seni rupa maupun desain sebagai ilmu terapannya. Dalam sejarah perkembangannya, pendidikan seni rupa berawal dari pelajaran yang khusus diberikan kepada kelompok tertentu, yaitu para calon kriyawan.

Kuningan motif pada tekstil karya Nanda, sold out dalam pameran

 

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Nirmana, dihasilkan melalui keputusan mengukur situasi dan membuat suatu kebijaksanaan pola.

Metode kebijaksaan pola didapat melalui penelitian dan penilaian tentang seni rupa. Hal itu dapat dikaji dari berbagai aspek, mengingat seni merupakan suatu ilmu yang tergolong ilmu sosial. Keputusan menghasilkan kebijaksaan pola didasarkan melalui wacana seperti 1) karya, 2) sejarah (langgam seni, aliran seni), 3 tipe karya seni tanpa membedakan waktu dan tempat seperti jenis seni visual, produk seni, karya rancangan, 4) ekspresi budaya dan imaji visual.

Karya Fahmi, eksplorasi bahan dan susunan dan Muhammad Ilham Haya, 2019

Seni menyatu dengan kehidupan masyarakat luas, segala aktivitas kehidupan ini secara tidak sadar membutuhkan sentuhan seni, hidup tanpa seni terasa gersang. The Liang Gie, menyebutkan bahwa seni adalah suatu kegiatan manusia yang secara sadar dengan perantaraan tanda lahiriah tertentu menyampaikan pesan yang telah dihayatinya kepada orang lain sehingga mereka kejangkitan perasaan ini dan juga mengalaminya.

Sarana awal untuk mengenali dasar dari bentuk (form) rupa untuk dieksplorasi menggunakan prinsip rupa yang dapat menghasilkan karya bernilai estetis. Nirmana mampu melatih kepekaan rasa dan mengolah kreatifitas itu. Berhasil atau tidaknya ilmu Nirmana diterapkan dalam sebuah karya perancangan. Aplikasi dalam menghasilkan sebuah produk atau karya desain merupakan inti Nirmana. Untuk menghasilkan sebuah karya yang disesuaikan dengan materi tema yang diangkat, eksplorasi menjadi unsur penting. Ini merupakan salah satu cara mendidik untuk paham cipta, rasa, dan karsa. Pengolahan ketiga unsur itu dapat menghasilkan karya yang bernilai estetis.

Nir berasal bahasa Sanskrit [bentuk terikat] tidak atau bukan: nirguna; nirleka (KBBI). Nirmana, pada awalnya dipakai untuk mengenal Tuhan. Orang mengambil bentuk secara acak pada benda tertentu. Lalu disusun, direpetisi, dan dibuat tematis yang terfokus. Pada tahap lanjutan, nirmana di rasa mampu menjembatani keinginan manusia untuk mendekatkan diri pada alam, antarmanusia, dan Tuhannya. Nirmana tak dapat dipisahkan dari istilah bahasanya. Jika dilihat petikan Centhini berikut ini, maka nirmana disebut telah menjadi metode random makna dalam mencari Nurnya.

gantya ingkang winursita | sarupane para ciri | kabèh awaking turôngga | ingkang katingalan sami | kabèh amartandhani | liya nyêng-unyênganipun | saranduning turôngga | gèthèk bêlang lêkok kêdhik | yêkti mawa wêwatêkaning turôngga || …iku têtulaking atis | wus nginum [...]sakawan | kumêpyur pêra ragane | nir rupa lêsahing angga | asru eraming driya | kawasanira Hyang Agung | tuhune nora na madha ||

Gantilah yang dibicarakan. Perwajahannya (yang penuh) semua tanda. (pada) Tubuh kuda. Yang terlihat semua. Semua menandakan. Pusar2/pusat yang lain. (yaitu pusar2/pusat) sekujur tubuh kuda. Getak belang berkelok2 sedikit. Yaitu dengan sifatnya kuda. .... 

Itulah penolak yang dingin. (dan) Sudah minum sekawanan semuanya. Pusing semua badannya. Hilang wajahnya dan kotor semua badannya. (lalu) hatinya Keras bagaikan ranting. (itulah) kekuasaan Tuhan. Kenyataannya tidak ada yang menyamai.

Memahami kembali Nirmana, maka tulisan ini mendekati karya seninya yang merupakan implikasi temuan terhadap organisasi rupa. Representasinya adalah suatu perluasan dan pendalaman, baik bahan dan hubungan dengan khalayak (komunikasi). Frase akhir adalah menyarankan suatu kebutuhan tindakan untuk bergerak melampaui kosa kata dan konseptualisasi. Nirmana pada seni rupa dapat dilakukan oleh seorang arkeolog, ahli sejarah, kritikus, dan pengajar seni dapat memudahkan analisis karya seni. Dalam konteks ini, peran nirmana pada seni rupa adalah sebagai alat komunikasi sosial seperti ekonomi, penyebaran pengetahuan, dan teknologi. Pengetahuan sejarah seni dan kategori seni dapat mengenal metode produksi seni dan konsep seni masa lalu. Hal itu dapat menjadi inspirasi dalam membuat karya seni baru pada masa kini.

Adanya klasifikasi seni diterjemahkan berbeda pada sekolah atau akademi tertentu yang disebabkan oleh tradisi akademiknya. Di Belanda, ada sekolah Summer School Utrecht sebagai kelanjutan tradisi akademi klasik Eropa dan di Amerika ada Liberal Art. Seni dapat saja masuk dalam bagian Fakultas Seni, Bahasa dan Sastra, di tempat lain menjadi bagian dari Sekolah (fakultas) Seni Visual dan Desain.

Untuk objek fisik apa pun kemungkinan kita dapat merumuskan deskripsi matematis dan menghasilkan bentuk yang ideal untuknya. Bentuk, sebagai kategori ontologis, dapat disampaikan dalam tipe properti dengan spesialisasi darinya, dan bentuk instance properti yang melekat pada objek individual. Semakin banyak spesialisasi jenis bentuk ditemukan atau dirumuskan, kita semakin mendekati ekspresi bentuk sebenarnya. Suatu pertimbangan menyeluruh dan asumsi implisit adalah bahwa menggambarkan jenis atau universal menggunakan aspek nomologis dunia. Misalnya, jika instances (objek) dari jenis tertentu memiliki bentuk yang sama, mereka melakukannya berdasarkan prinsip fisik yang mendasari berbagai faktor (pengaruh, proses, entitas dan fenomena secara umum) yang masuk ke dalam membentuk batas dari ekstensi spasial dari objek. Beberapa elemen tersebut sebagian mencirikan jenis objek.

Kemajuan ilmiah dan teknologi, dan penurunan humaniora dalam budaya kontemporer, praktiknya secara tradisional masih mendasari disiplin humaniora. Hal itu masih memberikan latar belakang ontologis (konkret) yang penting bagi pemahaman akademis tentang upaya manusia untuk berpikir mengikuti instrumental sesuai dominan mereka. Pencarian untuk jawaban atas pertanyaan "bagaimana," dalam pencarian untuk sebuah solusi dalam kemajuan teknologi dan ilmiah, dilengkapi dengan mengajukan pertanyaan "mengapa." Itu telah dipahami, setidaknya sampai akhir abad kedelapan belas, yang memastikan ukuran kontinuitas dengan masa lalu dan pada saat yang sama berfungsi sebagai referensi mitos-historis untuk direnungkan kemungkinan baru.

Pameran ini juga menampilkan produk baru dari bahan hebel, yang merupakan bahan bangunan yang di buat dengan teknologi modern. Penelitian yang diterangkan pada bagian selanjutnya buku ini, menunjukkan hebel lebih kuat dari bata merah atau batako. Ia ringan dan mudah cara pemasangannya, seperti yang dicetuskan pertama kali oleh Joshep Hebel dari Swedia sejak tahun 1923. Dalam ‘Buliding Solutions Autoclaved Aerated Concrete (2003) disebutkan adanya perluasan perkembangannya pada tahun 1943 oleh Joseph Hebel.

Beton ringan dibuat dengan kandungan rongga udara dalam beton dengan jumlah yang cukup besar. Jenis beton ringan dapat dikelompokkan berdasarkan cara mendapatkannya, berat jenis dan pemakaiaannya serta kuat  tekan, berat beton dan agregat penyusunnya. Secara umum bata ringan, bata merah, dan batako memiliki fungsi yang sama, yaitu menjadi bahan dasar konstruksi bangunan untuk dinding yang sudah lazim digunakan untuk sebuah gedung dan rumah. Letak perbedaannya hanya ada pada cara pembuatan dari masing-masing bahan bangunan itu sendiri.

Karya nadia dan Teja, eksplorasi hebel

 

Pameran kedua, berskala Nasional yang mengusung tema INDOCRAFT akan berlangsung pada Juli 2019 di Galeri QQ. Melalui kegiatan pameran yang diselenggaran di QQ adalah residu sehingga dapat memperkaya kajian analisis ilmu pengetahuan. Efeknya dapat merangsang untuk membuka pandangan dan pijakan baru secara lebih peka dalam memahami dan menjelaskan seni rupa. Melihat perkembangan Nirmana yang monoton, karya ini merupakan bentuk penyegaran dan inspirasi. Bagi pemerhati seni melalui analisis seni rupa dapat menggugah pembaca untuk lebih apresiatif dan kritis, serta menjadi pemicu kreatifitas pengkaryaan yang lebih luas.

 

Tags:

Berita Terkait

Related News