Duit Bantuan Rulahu Untuk Warga Miskin Di Desa Labanjaya Diembat Oknum

KARAWANG - Program bantuan rumah Program bantuan rumah layak huni (rulahu) yang bersumber dari dana Bansos Rutilahu Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2018 tak sepenuhnya berjalan maksimal.

Setidaknya ini yang terjadi di lapangan, salah satunya di Desa Labanjaya, Kecamatan Pedes.  Warga tak mampu penerima bantuan perbaikan rumah, mengaku tidak sepenuhnya menerima dana bantuan yang merupakan hak mereka dari pemerintah.

Parahnya lagi, warga yang berhak menerima bantuan justru tidak menerima bantuan berbentuk uang melainkan barang, atau bahan bangunan.

Informasi yang berhasil dihimpun portaljabar.net, penerima bantuan dana Rulahu seharusnya menerima uang Rp13,5 Juta. Namun dalam kenyataannya, pihak aparat desa menyerahkannya dengan bentuk barang. Itupun tak sebanding dengan jumlah uang Rp13,5 Juta.

"Barangnya ada pasir, balok, semen, triplek, dan bahan bangunan lain. Jika dijumlah hargaanya sekitar Rp 4 Juta," ujar Hamid, salah satu penerima bantuan.

Warga penerima bantuan lain yang tidak menyebutkan namanya juga mengalami nasib yang sama. Pria ini sempat menanyakan kejanggalan bantuan itu ke pihak aparat desa dan pemilik toko bangunan. Namun tak mendapatkan jawaban pasti sehingga menimbulkan banyak kecurigaan.

Tokoh masyarakat Labanjaya, Kardi Saepul sangat menyayangkan kasus ini terjadi di desanya. Sebagai perwakilan masyarakat, Kardi meminta aparat Kepolisian dalam hal ini Polres Karawang segera memproses dugaan kasus korupsi dana Rulahu tersebut hingga tuntas. (ega)

Tags:

Berita Terkait

Related News