Pertama Di Karawang, Ujian Akhir Semester MTS Dan MA Nihayatul Amal Berbasis Android

KARAWANG- Dalam era yang serba digital, dunia pendidikan mulai meranjah ke arah yang lebih maju secara sistem. Jika dahulu sekolah menjalani UAS (Ujian Akhir Sekolah) dengan kertas atau yang biasa dikenal dengan lembar soal dan jawaban.

Namun sekarang hal tersebut mulai bergeser karena beberapa sekolah mulai menerapkan pelaksanaan UAS  dengan berbasis android. Aplikasi tersebut dikenal dengan nama CBT (Computer Bused Test) yang disetting kedalam handphone android siswa.

Sebut saja MTs dan MA Nihayatul Amal yang beralamat di Kampung Serang RT 09/05 Desa Mekarjaya Kecamatan Purwasari yang merupakan pionir di Kabupaten Karawang dalam penggunaan handphone android dalam UAS.

Lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Nihayatul Amal Purwasari tersebut sudah menggunakan aplikasi CBT untuk pelaksanaan ujian dan hasil ujian sudah secara otomatis terekap oleh sistem.

"Jadi untuk guru dan wali kelas semakin mudah untuk mengoreksi dan input nilai. Karena kita ketahui bersama, apabila menggunakan lembar jawaban itu sangat menyita waktu dan tenaga untuk mengoreksi," ucap Halimi Kepala MA Nihayatul Amal kepada Portaljabar.net, Kamis, (07/02/2019).

Menurut Halimi, aplikasi CBT sebenarnya sudah dilakukan oleh semua sekolah di Kabupaten Karawang, namun hanya menggunakan komputer saja. Adapun MA Nihayatul Amal sudah menerapkan sistem ini di handphone android siswa sejak awal tahun 2018.

"Kami sudah melakukan UAS sejak 2018 dengan berbasis Android. Dengan komputer kami berjalan dengan android juga  berjalan. Jadi siswa bisa ujian dengan handphonenya masing-masing,"  ujarnya.

Menurut Halimi keunggulan UAS dengan sistem android adalah meminimalisir perilaku nyontek oleh siswa.

"Kecurangan anak dengan nyontek untuk menjawab soal itu sangat kecil, apabila menggunakan sistem seperti ini. Karena nomor soalnya diacak dan tidak akan sama, kira-kira seperti soal Ujian Nasional (UN)," ucapnya.

Selain itu keunggulan lain dapat dirasakan sekolah yaitu  memudahkan dan menghemat biaya dalam pelaksanaan ujian yang dilakukan.

"Karena dari hal tersebut mampu memangkas anggaran biaya cetak yang harus dikeluarkan oleh wali murid," tandasnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News