Dua Rumah Warga Di Sukatani Rusak Tertimpa Longsor

PURWAKARTA - Kembali, Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta diterjang bencana longsor. Kali ini terjadi di Kampung Cikerak RT 10 RW 06 Desa Sindanglaya. Dua rumah warga tertimpa tanah bercampur pasir saat diguyur hujan. Dua rumah itu mengalami kerusakan cukup parah.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, pasalnya saat kejadian para korban berhasil keluar rumah saat terjangan longsor yang terjadi pada pukul 19.00 WIB, Kamis (7/2/2019).

Tak hanya rumah Harum, rumah milik anaknya yaitu, Ajidin (38) juga tertimpa material tanah tebing yang berada persis di belakang rumah korban.

"Kejadiannya pas hujan petir tanah di belakang rumah tiba-tiba ambrol menimpa dapur rumah saya," ujar Harum (65) pemilik rumah.

Harum mengaku, masih ingat betul peristiwa tersebut, saat sedang berada di dalam rumah sendirian, tiba-tiba suara aneh terdengar dibagian belakang, karena khawatir dia pun keluar rumah.

Tidak lama berselang terdengar suara hantaman cukup keras dibagian belakang, setelah ditelusuri ternyata tebing dibelakang rumah longsor menimpa dinding bagian dapur.

"Saya panik dan langsung lari keluar menuju ke rumah anak saya," kata dia.

Tak hanya Harum, Ajidin yang rumahnya terdampak longsong itu juga langsung panik dan mencari keberadaan sang ibu. Ajidin mengaku khawatir terjadi hal yang tidak diharapkan menimpa orang tuanya.

"Longsor itu juga sama menimpa dinding rumah bagian dapur, tapi alhamdulilah kami berdua selamat," ujar Ajidin.

Mendapat kabar tersebut, Camat Sukatani, Panji Sarizaman beserta unsur muspika Sukatani langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan tidak adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Kami beserta Danramil dan aparat Polsek Sukatani datang ke lokasi. Dibantu warga sekitar kita langsung melakukan evakuasi material tanah yang menimpa kedua rumah tersebut," ujar camat ditemui di lokasi Kejadian.

Camat Panji menjelaskan, peristiwa longsor bukan kali pertama terjadi di wilayah Sukatani. Pasalnya, daerah tersebut masuk kedalam zona merah rawan bencana alam, sebab karakteristik wilayah itu memiliki kontur tanah lempung dan rawan pergeseran tanah saat di guyur hujan.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada pemerintah desa setempat dan warga agar tetap waspada, mengingat saat ini musim penghujan.

"Tingkatkan kewaspadaan, jika terjadi bencana alam langsung laporkan, dan pihak desa pun harus siaga serta terus memantau wilayah masing-masing," pungkasnya. (Rhu

Tags:

Berita Terkait

Related News