Harga Minyak Sawit Mentah Atau Crude Plam Oil Kembali Melemah

EKONOMI-Harga minyak sawit mentah atau Crude Plam Oil (CPO) kemarin sempat menguat, Namun kembali lagi melemah pada perdangan Dunia.Dalam pernyataan Presiden Trum terkait perang perdagangan jadi sentimen utamanya menjadi melemah harga CPO saat ini.Dengan mengutip Bloomberg, 15.08WIB kontrak harga pengiriman pada bulan April 2019 di Malaysia Derivative Exchange pada pukul 16.20 WIB masih di level RM 2.296 per metrik ton, kini menjadi turun 0,94 persen dari sehari sebelumnya masih ada di level 2.318 Ringgit per metrik ton.

Dengan mengutip kontan.Co.id, jumat 8/2/2019, melihat analisis Monex Investindo Futures Ahmad YUdiawan menyebutkan melemahnya harga CPO pada perdagangan di karenakan tiga faktor. 
Pertama adalah, kecemasan pelaku pasar terhadap kelanjutannya perang dagang di Amerika Serikat dan China.

Sehingga kecemasan pasar pun timbul oleh pernyataan Presiden AS Donal Trum yang menyatakan bahwa dirinya tidak berniat untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk mencapai kesepakatan waktu 1 maret.

''Pelaku pasar kini khawatir bahwa dengan tidak ada niatnya bertemu maka perang dagang tidak ada kesepakatan. dengan ini juga bakal bisa menimbulkan tertekannya bagi pelaku pasar,''ujar Yudi JUmat 8/2/2019.

Yudi menyebutkan faktor kedua penyebab lemahnya harga CPO dengan terbatasnya ekspor CPO ke negara uni Eropa. Dia menybutkan dengan adanya pembatasan bisa menurunkan permintaan sehingga harga kembali melemah.yang terakhir adalah Faktor pelambatannya Ekonomi Global,''ujarnya.

Karena ketiga faktor tersebut, Yudi meyakini harga CPO masih dalam tren pelemahan. Apalagi, Dia menegaskan sebelum ada titik terang dari perang dagang, harga komoditas termasuk CPO akan bergejolak. Hanya saja, Yudi melihat bahwa besok harga CPO bisa menguat tipis karena harga CPO yang sempat melemah awal minggu ini.

“Bisa menguat karena ada aksi profit taking dan sempat melemah juga awal minggu. Tetapi tren harga CPO melemah karena perang dagang itu sendiri,” imbuh Yudi. Yudi memperkirakan, sepekan ke depan harga CPO diproyeksi bergerak di angka 2.200-2.400 ringgit per metrik ton. Secara teknikal, Yudi melihat harga CPO bergerak di atas garis MA 50 dan MA 100. Lalu indikator stochastic bergerak turun di area 84,93, kemudian indikator RSI naik di area 55,85. Dari seluruh indikator menunjukkan harga CPO masuk dalam tren melemah.   (Deni)
 

Tags:

Berita Terkait

Related News