Kelakuan Jahiliyah, Rektorat Unsika Diduga Hampir Setahun Sandera Ijazah Mahasiswa

KARAWANG- Perubahan status Unsika (Universitas Singaperbangsa Karawang) dari swasta menjadi negeri rupanya tidak membuat perubahan yang berarti dari segi kualitas dalam pelayanan kepada mahasiswa.

Diduga kuat kelakuan-kelakuan jahiliyah zaman bar-bar masih berlaku di Kampus Unsika hingga saat ini. Contoh yang masih hangat adalah adanya dugaan penyanderaan ijazah mahasiswa FISIP lulusan tahun 2018 tanpa adanya alasan yang jelas.

Seorang wanita yang merupakan orangtua kandung mahasiswa Unsika lulusan 2018 mengaku hingga saat ini ijazah anaknya dan teman satu Fakultas tak kunjung dibagikan padahal dirinya sudah membayar lunas semua tunggakan ke Unsika.

"Pembayaran udah beres semua ke kampus, termasuk uang tebus ijazah, uang perpustakan sudah saya bayar dan ada kwitansinya, tapi sudah mau setahun ijazah anak dan teman satu Fakultas anak saya tidak juga dibagikan," ucapnya seraya meminta namanya dirahsiakan.

Beberapa kali dirinya menanyakan masalah ini ke pihak Rektorat dan selalu diberi jawaban konyol yang tidak masuk akal. "Saya tanya berkali-kali selalu dijawab belum ditandatangan oleh pejabat yang berwenang," ucapnya.

"Intinya saya dilempar kesana- kemari oleh pihak Kampus, padahal kan itu sudah hak anak saya mendapatkan ijazah," ujarnya.

Akibat ulah Rektorat Unsika ini, banyak kerugian yang menimpa anaknya, salah satunya sulit mendapatkan kerja karena pihak perusahaan selalu menanyakan ijazah anaknya ketika melamar.

Sementara itu pihak Rektorat Unsika yang diwakili oleh Riva selaku Kepala Humas, mengatakan belum bisa memberikan klarifikasinya terkait permasalahan ini.

"Saya belum bisa memberikan informasinya karena harus di konfirmasi dulu ke FISIP, " ujar Riva. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News