Bila Tidak Ada Itikad Baik, Orang Tua Korban Ramdan Bakal Tuntut De Keraton Bay Ke Jalur Hukum

KARAWANG-Orang tua korban Ramdan Fauzi (12) yang tewas mengenaskan karena tersedot mesin blower Kolam Renang De' Keraton Bay, Juwita yang biasa disapa Nenek, meminta agar pihak De' Keraton Bay miliki itikad baik untuk bertanggung jawab atas tewasnya anak bungsunya tersebut pada Sabtu (9/2/2019).

"Saya sangat sedih kehilangan anak saya. Saya sedang pertimbangkan bawa masalah ini ke jalur hukum bila De' Keraton Bay tak ada itikad baik," katanya ketika ditemui Portaljabar.net di kediamannya di Perum Puri Kosambi Blok GG/30 RT 48 RW 14, Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang,Senin (11/2/2019).

Menurut Nenek, setelah tak lama kejadian nahas itu terjadi pihak De' Keraton Bay sempat menemui dirinya dengan memberikan sejumlah rupiah alakadarnya agar masalah itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Bukan saya ingin menjual nyawa anak saya, tetapi sejumlah rupiah yang mereka tawarkan tentu tidak sebanding dengan nyawa anak dan kesedihan saya kehilangan anak selama-lamanya," ungkapnya.

Juwita pun menceritakan kronologis peristiwa nahas yang menyebabkan anak bungsunya itu tewas. Ramdan bersama teman dan rombongan pergi untuk berenang di De' Keraton Bay pada Sabtu (9/2/2019) siang sekira pukul 13.00 WIB.

Menurut kesaksian teman Ramdan, sambung Nenek, Ramdan sesaaat setelah berenang berjalan di pinggiran kolam. Tanpa sepengetahuannya, di pinggir kolam itu ada lobang besar yang tanpa pengaman menyedot tubuh Ramdan.

"Jadi dusta kalau ada yang mengatakan bila lobang besar ada pengamannya," katanya.

Karena menurutnya, sekalipun lobang itu ada pengamannya tetapi kemudian bisa dilepas maka itu tetap kelalaian pihak pengelola.

"Itu artinya tetap tidak aman bila pengamannya dengan mudah bisa dilepas juga," ujarnya.

Yang lebih menjengkelkannya lagi, ucapnya, setelah temannya memberitahukan kepada penjaga kolam itu bahwa Ramdam tersedot kelobang, penjaganya tidak reaksi cepat untuk menolong Ramdan.

"Bahkan penjaga itu tidak percaya ada tubuh yang bisa masuk ke lobang itu," kesalnya.

Setelah diberitahukan lagi, katanya, penjaga itu malah mengumumkannya melalui pengeras suara memastikan dimana keberadaan Ramdan, bukan malah turun segera menyelamatkan Ramdan.

"Baru setelah setengah jam kemudian penjaga menolong tubuh Ramdan, tapi sudah terlambat Ramdan sudah meninggal ketika dikeluarkan dari lobang itu," imbuhnya.

Nenek menilai, berdasarkan kronologis kejadian nahas yang menimpa Ramdan, itu merupakan kelalaian pihak pengelola dalam memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung kolam renang.

"Itu jelas kelalaian pihak pengelola, kami akan menuntut bila tak ada itikad baik mereka," tutupnya. (tif).

Tags:

Berita Terkait

Related News