Bila Terbukti Lalai, Kolam Renang De Keraton Bay Bisa Digugat Perdata

KARAWANG-Pakar hukum yang juga Ketua Program Studi (Prodi) Hukum Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Muhammad Gary Gagarin AKbar, ikut menyoroti peristiwa kasus meninggalnya pengunjung kolam renang De' Keraton Bay, Ramdan Fauzi (12), pada Sabtu (9/2/2019) sore karena diduga tersedot lobang sirkulasi air (mesin blower). Bila terbukti lalai, kolam renang De Keraton Bay bisa digugat perdata

"Tentu ada celah hukum yang dapat menjerat pihak pengelola wisata tersebut. Terutama bila terbukti berkaitan dengan kelalaian dari pihak pengelola yang tidak dapat menjamin keamanan bagi pengunjung," kata Gary kepada Portaljabar.net, Senin (11/2/2019) malam.

Menurut Gary, pada dasarnya dalam Pasal 20 UU Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, keamanan suatu destinasi kepariwisataan dari kecelakaan ini menyangkut hak dan kewajiban dari pihak-pihak di dalamnya untuk menjaga kondisi aman dan nyaman. Hak wisatawan salah satunya adalah memperoleh perlindungan hukum dan kemananan serta perlindungan asuransi untuk kegiatan pariwisata yang berisiko tinggi.

Masih menurut Gary, jika memang kecelakaan wisatawan disebabkan oleh kelalaian pengelola tempat wisata dalam membangun tempat wisata yang aman dan kondusif bagi wisatawan, maka pengelola tempat wisata dapat digugat atas dasar perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) yang dalam konteks perdata diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 

"Hal ini menyangkut kewajiban hukum dari pengelola tempat wisata untuk menyelenggarakan pariwisata yang aman bagi wisatawan. Pihak pengelola harus membayar ganti rugi baik materiil dan immateril," tutupnya. (tif).

Tags:

Berita Terkait

Related News