Amblasnya Bantaran Sungai Cibeber, Begini Kondisi Yang Kian Parah

BANJAR-Jalan gang bantaran sungai Cibeber, Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar, kini kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, gang yang berdampingan dengan sungai Cibeber tersebut saat dengan mengalami amblas. 

Berawal dari 5 meter, kini amblas hingga hampir 25 meter dengan kerusakan 3/4 bagian jalan. Kondisi kian parah, akibat kondisi cuaca hujan yang menggerus pondasi penahan jalan tersebut dan mengakibatkan keropos. 

Ketua RW 24 Sumanding Wetan, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Awang Sungkawa (57), menceritakan kronologi kejadian bahwa kondisi amblasnya jalan tersebut terjadi pada 25 Januari 2019, pukul 01.00 WIB dini hari.

"Awalnya cuma 5 meteran yang roboh, terus pagi harinya pada tanggal 26 Januari saya laporan ke Kelurahan. Bahkan, sempat di foto juga oleh orang Kelurahan," terangnya, saat dikonfirmasi Portaljabar.net, Selasa (12/2/2019). 

Sungai yang ada dibantaran jalan itu, membatasi dua wilayah antara perbatasan antara Desa Binangun, Kecamatan Pataruman dengan Desa Mekarsari, Kecamatan Banjar.

"Iya sungai tersebut membelah dua wilayah perbatasan, namun jalannya masuk ke kita. Panjang jalan itu sekitar 100 meteran dan dibangun pada tahun 2007 lalu," ungkap Awang.

Kondisi jalan amblas itu selain faktor pengikisan air sungai, ditambah kontruksi yang kurang tepat. 

"Kontruksinya harusnya bukan tegak berdiri namun sedikit miring. Sehingga bisa menahan beban, ditambah lagi penahan batu kirmir yang tidak padat sehingga hancur seperti itu," imbuhnya.

Awang berharap, Pemerintah segera cepat menangani masalah tersebut karena akses jalan sering dipergunanakan oleh warga sebagai jalur utama menuju jalan raya. 

"Yang saya takutkan kalau hujan besar datang, mungkin bisa memperparah keadaan. Makanya, saya berharap kepada Dinas terkait untuk segera memperbaikinya bagaimanapun caranya," harapnya. 

Sementara itu, Endin, pemilik sawah di samping jalan amblas, menuturkan, jika malam tiba pernah ada orang yang terjatuh ke sungai karena kondisi jalan yang gelap.

"Paroek atuda pa di dieu na ge, jigana teu katingalieun jalan na. Untung we teu kunanaon," celetuk Endin, dengan logat sunda yang khas.  

Lebih lanjut, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRPKP Kota Banjar, Harun Alrasyid, mengatakan, bahwa pihaknya belum bisa memperbaiki permasalahan warga Mekarsari itu, karena terkait dananya yang belum ada. 

"Nanti akan kita perbaiki dengan anggaran pemeliharaan tahunan. Untuk saat ini, tidak bisa dikerjakan perbaikannya karena anggaran belum turun. Perbaikannya tidak hanya itu saja, tapi berbarengan dengan kirmir lain yang sama rusaknya atau perlu penanganan," pungkas Harun. (yos).

Tags:

Berita Terkait

Related News