Persiapan Matang Batalion 323 Raider Dalam Pengamanan Pemilu April Mendatang

BANJAR-Menghadapi Pemilihan Umum Presiden, Wakil Presiden (Pilpres) dan Anggota Legislatif (Pileg), Batalion 323 Raider laksanakan pembukaan apel latihan bersama dalam rangka pengamanan Pemilu pada April 2019 mendatang, Selasa (12/2/2019).

Kegiatan ini merupakan program pimpinan komando atas, yang dilaksanakan secara terstruktur dan salah satunya dilaksanakan di Batalyon 323 Raider dengan menggandeng seluruh instansi terkait dalam pengamanan Pemilu nanti. 

Kegiatan pelatihan ini, melibatkan beberapa instansi diantaranya Kepolisian, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, PMI. Dan tidak kalah pentingnya, dalam kegiatan ini juga di isi dengan penyampaian materi dari Bawaslu untuk memberikan pemahaman dan informasi kepada prajurit terkait tahapan penyelenggaraan Pemilu. 

Hal tersebut, bertujuan agar mengetahui lebih pasti, waktu yang dianggap paling rawan berkenaan kegiatan-kegiatan kampanye yang beskala masif di Kota Banjar untuk mengantisipasi kejadian buruk apabila ada kerusuhan massa.

Acara ini juga melibatkan prajurit Brigif 13 Tasikmalaya kurang lebih sebanyak 375 orang, Batalyon Infanteri Raider 323/BP kurang lebih sebanyak 200 personel, serta prajurit atau personel lain dari instansi terkait dengan total sekitar 350 orang.

Danyonif Raider 323/BP Kostrad, Letkol Inf Agust Jovan Latuconsina, M.Si., memaparkan, bahwa latihan tersebut tidak hanya di dalam ruangan saja, melainkan juga di isi dengan materi mengenai Sosialisasi Bawaslu dan teori tentang Pengendalian Massa. 

"Target kami lebih kepada terkoordinasinya kegiatan pengamanan Pemilu. Kami mengetahui ini adalah domain dari pihak Kepolisian, yang membidangi keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun sebagai salah satu tugas TNI yang diatur dalam UU nomor 34, harus adanya unsur perbantuan kepada Polri," tutur Agust.

Dalam hal ini, pihak Kepolisian dan Satpol PP juga harus paham mengenai penanganan-penanganan tentang korban di lapangan dari PMI dan kesehatan setempat, sehingga kita juga mengantisipasi apabila terjadi keos adanya korban-korban. 

"Harapannya, supaya kita bisa lebih terkordinir. Sehingga apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, tidak lagi terdadak karena kita sudah menyiapkan latihan," tutupnya. (yos). 

Tags:

Berita Terkait

Related News