Warga Terpapar DBD, Desa Dan Puskesmas Pebayuran Langsung Lakukan Fogging

BEKASI-Ada warganya terpapar kasus DBD, Puskesmas Pebayuran bersama aparatur, serta Karang Taruna Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, bergerak cepat dalam mengantisipasi kasus DBD. Salahsatunya dengan melakukan fogging untuk memutus rantai penularan DBD. Fogging tersebut kali ini di lakukan di Kampung Jujuluk, Desa Bantarjaya, Sabtu (16/2/2019).

Selain fogging, ada juga pencegahan yang dilakukan pihak Puskesmas dengan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan istilah lain yaitu 3 M  (menguras,mengubur, menutup) tempat penampungan air.

Menurut petugas P2P Puskesmas Pebayuran, Uci Sanusi, di tahun 2019 ini pihaknya telah mendapatkan laporan ada 2 kasus DBD, yaitu di Desa Bantarsari dan di Desa Bantarjaya.

"Di tahun 2019 ini,  kami  telah menerima laporan itu ada 2 kasus, di antaranya di Desa Bantarsari dan Desa Bantarjaya," kata Uci kepada Portaljabar.net.

Uci menambahkan, pencegahan dan kegiatan fogging ini sesuai dengan adanya laporan kasus DBD. Bila ada kasus DBD yang tidak terlaporkan, maka pihaknya tidak akan tahu. Maka itu pihaknya bekerjasama dengan pihak desa.

"Kepada masyarakat bila memang ada warganya yang terkena DBD mohon lapor dan laporannya bukan hanya secara lisan, tapi dengan bukti surat keterangan dari laboratorium yang disitu menunjukan turunnya kadar trombosit dalam darah," tambah Uci. 

Sementara itu, Kepala Desa Bantarjaya, Abu Jihad Ubaidillah, sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan fogging yang di lakukan oleh pihak Puskesmas Pebayuran. 

"Saya selaku kepala Desa Bantarjaya berharap kepada pihak Puskesmas adanya fogging, dan pada hari ini alhamdulillah terealisasi, karena desa sebelah kita yaitu Desa Bantarsari ada isu terkena wabah DBD. Tapi untuk di desa saya sendiri tidak ada kasus DBD, disini hanya pencegahan saja," katanya. (wnd).

Tags:

Berita Terkait

Related News