Diduga Korupsi, Kuwu Guwa Kidul Dilaporkan Warganya Ke Kejari Sumber

CIREBON-Kasus dugaan korupsi dana desa kembali mencuat. Kali ini, Kuwu Guwa Kidul dilaporkan oleh Turah, seorang pegiat anti korupsi dari Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Portaljabar.net, Turah didampingi aktivis GMPK mendatangi kantor Kejaksaan Sumber, Selasa (19/2/2019) siang.

"Kami melaporkan dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Pemdes Guwa Kidul, yang diduga telah menyelewengkan dana desa anggaran 2018," tuturnya.

Anggaran dana desa dalam pelaksanaannya, lanjut Turah, banyak yang fiktif dan tidak sesuai RAB APBDes. 

"Akibatnya, kebocoran anggaran mencapai ratusan ratusan juta rupiah," ucap Turah.

Selain itu kata dia, semua proyek yang digelar Pemdes Guwa Kidul tidak ada papan informasi publik, sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat dan menguatkan dugaan adanya penyelewengan APBDed anggaran tahun 2018.

"Ada dugaan sejumlah dana anggaran 2018 yang tidak direalisasikan. Bahkan, ada indikasi SPJ tahun 2018 fiktif. Kerugian akibat dugaan korupsi Desa Guwa mencapai ratusan juta," terangnya.

Dia pun meminta pihak Kejaksaan serius menangani dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oknum kepala desa tersebut. 

"Kejaksaan sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di daerah, harus berani menindak tegas para pelaku tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu," tegasnya.

Ia juga menilai, bahwa korupsi yang terjadi di Kabupaten Cirebon sudah sedemikian parah. Tidak hanya terjadi di Pemerintah Daerah dan lingkungan Dinas, tetapi sudah sampai tingkat Pemerintahan Desa.  

"Korupsi dilakukan secara sistematis dan berjamaah. Akibatnya, sendi-sendi perekonomian hancur dan rakyat menderita," tambahnya.

Terkait dugaan korupsi di desa-desa, Turah mengaku banyak mendapat pengaduan dari masyarakat mengenai dugaan penyelewengan anggaran desa oleh para oknum kepala desa.

"Kami tidak akan pandang bulu untuk melaporkan para Kuwu dan pejabat lainnya yang melakukan tindak pidana korupsi," pungkas Turah. (abr).

Tags:

Berita Terkait

Related News