JK Resmi Tutup Munas Dan Konbes NU 2019 Di Banjar

BANJAR - Wakil Presiden Republik Indonesia H. M Jusuf Kalla (JK) Resmi Tutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jum'at (01/03/2019).

Kunjungan kerja ke Kota Banjar hari ini. JK menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU Tahun 2019. 

Berdasarkan informasi dari juru bicara Wapres Husain Abdullah, Jumat (01/03/2019), JK bertolak ke Tasikmalaya menggunakan pesawat CN-295 TNI AU sekitar pukul 08.30 WIB dari Bandara Halim Perdanakusuma.

JK tiba  Sekitar pukul 09.30 WIB di Tasikmalaya dan akan disambut oleh Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jawa Barat. Dari Tasikmalaya, Wapres akan melanjutkan perjalanan menuju Sport Centre Langensari, Banjar Patroman, dengan Helikopter Super Puma VVIP. Wali Kota Banjar dijadwalkan akan menyambut JK di Sport Centre Langensari. 

Selanjutnya, Wapres JK menuju Pondok Pesantren Miftahul Huda AlAzhar, Citangkolo, Banjar. Di pesantren JK memberikan sambutan dan menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdhlatul Ulama Tahun 2019.

Dalam sambutannya, JK mengapresiasi acara Munas Alim Ulama tersebut. Ia menambahkan, keputusan yang dihasilkan sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat dan lingkungan. 

Menurut JK,Munas Alim Ulama ini telah menghasilkan beberapa keputusan yang mencakup masalah agama, kebangsaan, energi terbarukan, dan juga permasalahan perdamaian dunia.  Dari sekian banyak permasalahan yang dibahas, JK menyoroti tentang perdamaian dunia, di mana saat ini terjadi konflik berkepanjangan terutama di negara Islam. 

"Banyak hal yang menjadi perhatian kita saat ini, terutama terkait keadilan dan kedaulatan," Ungkap JK

Selanjutnya JK menyebut NU sebagai organisasi terbesar bukan hanya di Indonesia melainkam di dunia, dengan perkiraan memiliki anggota baik yang masuk dalam struktural maupun tidak mencapai 100 juta orang.

"Sebagai organisasi terbesar, saya kira NU bukan hanya organisasi terbesar di Indonesia, tapi terbesar di dunia. Karena walaupun 100 persen (penduduk) Saudi Islam mempunyai organisasi terbesar, ya penduduk Saudi paling tinggi 30 juta," kata JK.

Beberapa rekomendasi hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU antara lain tentang status kewarganegaraan, dimana tidak boleh ada sebutan kafir bagi warga negara Indonesia yang bukan beragama Islam, hingga mengatasi permasalahan sampah plastik.

"Karena itulah maka kami mengharapkan atas keputusan ini pemerintah, seluruh masyarakat bekerjasama dengan para ulama untuk mencapai hasil-hasil yang disampaikan," ujar JK

JK berharap Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang telah selesai hari ini memberikan manfaat, bukan hanya bagi warga Nahdliyin tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

Secara simbolis JK menutup acara tersebut dengan memukul beduk, didampingi Ketua Umum PBNU Said Aqil , Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa, serta Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Selanjutnya JK dan rombongan menyempatkan sholat jum'at bersama di Mesjid Pesantren dengan  pengawalan ketat Paspampres dan Aparat keamanan. (Yos)

Tags:

Berita Terkait

Related News