GMNI Cianjur Sebut KPU Teledor Jika WNA Masuk DPT Pemilu

CIANJUR - Mencuatnya isu Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki hak pilih di Pemilu 2019 di Kabupaten Cianjur  dianggap sebagai bentuk keteledoran Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menanggapi masalah ini, DPC GMNI Cianjur memandang bahwa adanya kesalahan dan kelalaian dalam penginputan data yang di lakukan oleh pihak KPU Cianjur. 

BACA JUGA : 30 Menit Pertama Sorlip Susu, Bawaslu Purwakarta Temukan 10 Susu Cacat

"Adanya kekeliruan tentang warga negara Asing yang mempunyai hak pilih di momentum Pilpres dan Pileg 2019, ini jelas bukan masalah sepele dan ini bisa dinamakan Pelanggaran Hukum," ujar Roni Nurpalah Ketua GMNI Cianjur, kepada portaljabar.net, Selasa (5/3/2019).

Menurut Roni, KPU yang seharusnya teliti dalam menginput Data DPT Pilpres dan Pileg 2019. Namun ini malah tidak mengacu kepada aturan yang sebagaimana telah diatur dalam UU nomer 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pasal 198 ayat 1 dan 2. 

"Artinya ini adalah kegagalan penyelenggara dalam mejalankan amanat konstitusi di pemilihan umum 2019," kata Roni.

Roni menambahkan, meski begitu, sudah ada klarifikasi Dari Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi, isu warga negara asing masuk ke dalam daftar pemilih tetap Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden itu hoak dan tak benar. 

"Seandainya benar ada Warga Negera Asing masuk DPT di Pilpres dan Pileg 2019, hal tersebut adalah murni kelalaian dan pelanggaran dari pihak penyelenggara yang dalam hal ini Ketua KPU Cianjur wajib harus mempertanggung jawabkannya," ujar Roni. 

BACA JUGA : Hampir 2 Ribu Warga Negara Asing Tinggal Di Purwakarta, Waspada Masuk DPT!

"Tetapi seandainya ini adalah berita hoax sebagaimana yang telah disampaikan ketua KPU Hilman Wahyudi, ini berarti ada oknum yang sengaja memakai isu secara gayung bersambut dalam bentuk sebuah propaganda politik di momentum Pilpres dan Pileg 2019 ini. 

Jangan sampai masyarakat Cianjur mempunyai mosi tidak percaya kepada pihak penyelenggara (KPU Kabupaten Cianjur)," tambah Roni. (Jfr)

Tags:

Berita Terkait

Related News