Tuntut Hak Garap, Farmaba Unjuk Rasa Ke BPN Kota Banjar

BANJAR-Ratusan masyarakat yang berada di perbatasan Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman dan Desa Rejasari Kecamatan Langensari, Kota  Banjar, tergabung dalam Forum Aspirasi Masyarakat Banjar ( Farmaba) melakukan unjuk rasa ke  Pemkot Banjar dan BPN Kota Banjar, Selasa (12/3/2019).

Farmaba sedang mengupayakan tanah Eks-PTPN VIII Batulawang yang sudah habis masa Hak Guna Usaha (HGU)-nya pada tahun 1997 agar bisa digarap oleh masyarakat.  Namun masyarakat sendiri masih belum menemukan titik terang akan hal ini, dikarenakan pihak PTPN ingin memperpanjang atau memperbaharui HGU yang ada di kecamatan.

Koordinator Aksi, Budi, mengungkapkan, dalam PP Nomor 40 Tahun 1996 Pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa permohonan perpanjangan HGU diajukan paling lambat 2 Tahun sebelum masa HGU berakhir. 

"Artinya tanah Eks- PTPN VIII yang ada di  dua Kecamatan ini tidak bisa serta- merta langsung di ajukan perpanjangan HGU karena harus ada tahapan prosedur yang harus dilalui oleh pihak PTPN sebelum HGU itu diperpanjang," terang Budi.

Ia menambahkan, sangat ironis apabila PTPN memperpanjang HGU sedangkan tanahnya sendiri sudah digarap oleh masyarakat dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat. 

"Lebih dari 150 anggota masyarakat yang sudah menggarap dan menggantungkan hidupnya di tanah eks PTPN itu sendiri," ucap Budi.

Budi menerangkan, meninjau dari BPN RI bahwa luas lahan eks-PTPN VII yang terdaftar sebagai HGU adalah 12,06 ha, sedangkan espektasi yang dilihat dari survei lapangan bahwa tapal batas melebihi dari batas HGU sebelumnya yang sudah berakhir tercatat.

Masyarakat menilai posisi Pemkot Banjar saat ini terlihat belum mampu bisa menyelesaikan konflik tanah antara masyarakat dan perkebunan, padahal sengketa tanah yang ada Di Desa Sinartanjung dan Desa Rejasari sudah berlangsung lebih dari 5 tahun. 

"Bahkan penanganan sengketa pertanahan di dua kecamatan tersebut tidak ada tanggapan seolah acuh tak acuh akan masalah ini," tandas Budi. (yos).

Tags:

Berita Terkait

Related News