Dituding Sosialisasi Pemilu 2019 Lemot, Relasi KPU Kota Banjar Angkat Bicara

BANJAR-Dituding sosialisasi Pemilu 2019 lemot, Relawan Demokrasi (Relasi) KPU Kota Banjar pun akhirnya angkat bicara. Mewakili Relasi, Wildhan Khalyubi, mengungkapkan, pihaknya terus bergerak melakukan sosialisasi terkait Kepemiluan di Kota Banjar. Hal tersebut guna menyongsong hajatan pemilu serentak di 17 April mendatang. 

"Salah satu agenda yang baru saja dilaksanakan dari Relasi Basis Komunitas Demokrasi yaitu diskusi publik Ngompol Lu (Ngobrol Masalah Politik dan Pemilu) yang diselenggarakan pada Minggu (10/3/2019) sore bertempat di Taman Kreasi Pemuda Kota Banjar," katanya kepada Portaljabar.net, Rabu (13/3/2019). 

Wildhan menjelaskasn, diskusi tersebut merupakan kegiatan yang dilangsungkan selama dua Minggu sekali menjelang pemilu. Diskusi Ngompol Lu ini merupakan pembaharuan terkait pendekatan sosialisasi ke masyarakat tidak hanya menjelaskan berupa teknis saja, namun juga terkait kepada core (inti-red) dari pemilu itu sendiri, baik berupa sistem, regulasi, hingga mendiskusikan berbagai fenomena politik dan kepemiluan di kalangan masyarakat Kota Banjar. 

ia menambahkan, giat ini secara resmi dilaksanakan selalu mengundang dari berbagai kalangan baik, pemuda Karang Taruna, dari mahasiswa dengan latar belakang organ internal kampus (BEM), maupun organ eksternal Kampus Cipayung Plus (HMI, GMNI, PMII dan IMM).

"Dari kalangan organ Eksternal Pelajar (IPNU & IPM), pun dari non mahasiswa & pelajar ada dari paguyuban motor Banjar, maupun kalangan masyarakat umum yang berada di empat titik kecamatan se-Kota Banjar, ” ujarnya.

Disinggung soal kritikan dari salahsatu OKP Mahasiswa terkait belum maksimalnya sosialisasi di kalangan masyakat,Wildhan pun tak menampik bila ada yang mengkritik kinerja dan hal tersebut ia anggap wajar. 

“Yang jelas kami selaku tangan kanan KPU Kota Banjar dalam mensosialisasikan pemilu, kami dipuji tidak terbang dikritik tidak tumbang," dalihnya.

Menurutnya, kritik memang diperlukan, tetapi barangkali di sisi lain pihak yang mengkritik belum update lihat kegiatan-kegiatan pihaknya yang dishare di medsos atau bahkan belum mengenal medsos sama sekali.

"Karena hari ini kita masuk di era cyber demokrasi dimana media memang menjadi pilar penting dikehidupan demokrasi kita saat ini," pungkas Wildhan. (yos).

Tags:

Berita Terkait

Related News