Seakan Acuh, 1 Tahun Jebolnya Tanggul BR 3 Sukamerta Dibiarkan Begitu Saja

KARAWANG-Akibat tanggul BR 3 Desa Sukamerta, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, terputus menyebabkan aktivitas masyarakat petani di wilayah tersebut menjadi sangat terganggu. Pasalnya, selain sebagai akses para petani, tanggul tersebut sebagai penahan aliran air irgasi di desa tersebut.

Putusnya tanggul tersebut diduga akibat luberan air dari Tanggul Penahan Tanah (TPT) yang sudah rusak terlebih dahulu. Karena air keluar dari dari TPT tanpa ada penampungan, semakin hari mengikis tanggul hingga kondisinya putus seperti sekarang ini.

Menurut keterangan, Karya (37) salah seorang petani setempat, merasa sangat kesulitan karena setiap harinya Ia harus melintasi jalan tanggul dengan kondisi yang telah putus. Dan tanggul yang putus tersebut, hanya ditopang dengan potongan bambu serta beberapa balok kayu yang dipergunakan untuk menyebrang.

"Kalau pagi licin karena kan banyak embun, apalagi kalau hujan," cetus Karya, pada Portaljabar.net, Rabu (13/3/2019).

"Setahun dibiarkan malah semakin melebar, terlebih para petani pun sudah mendekati musim panen. Jika tak segera dibenahi, khawatir para pengangkut padi banyak terpeleset," ucapnya.

Sementara itu, Kades Sukamerta, Agus Hasan Bisri, mengatakan, kondisi seperti ini sudah 1 tahun. Dengan kemungkinan, karena TPT yang rusak meskipun awalnya kecil namun lama-kelamaan rembesannya merusak tanggul karena tak tertampung.

Lanjut Agus, sejak putusnya tanggul tersebut, akses satu-satunya petani Rawamerta ini di ganti dengan sebilah balok kayu, yang penting para petani masih bisa menjalankan aktivitasnya meskipun bahaya mengancam.

"Bukan tanpa upaya, saya pun pernah mengadu kepada BBWS atas kejadian ini. Namun, setelah sampai di kantor BBWS Bandung, justru saya di suruh kembali ke PJT Jatiluhur," pungkasnya. (wins).

Tags:

Berita Terkait

Related News