Oknum Perusahaan Nakal Buang Limbah Berbahaya Ke Situ Kamojing Dan Sungai Karang Gelam

KARAWANG- Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah untuk melestarikan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum salah satunya dengan membentuk Satgas Citarum Harum.

Pembentukan Satgas Citarum harum sendiri salah satu fokusnya adalah bertujuan untuk  mensterilkan air sungai dari sampah dan limbah pabrik agar air Sungai Citarum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari - hari.

Sanksi sudah disiapkan bagi masyarakat yang buang sampah ataupun perusahaan yang membuang limbahnya ke Sungai Citarum. Namun tetap saja ada perusahaan nakal yang tidak patuh terhadap larangan tersebut dengan masih mencemari sungai dengan limbah yang berbahaya bagi kesehatan.

Seperti pencemaran
yang terjadi di Situ Kamojing dan Sungai Karang Gelam yang masih merupakan anak Sungai Citarum. Temuan pencemaran ini diawali berkat adanya pelaporan yang dilakukan oleh Babinsa Kamojing, Koramil 0406 Cikampek, Serma Cecep Gian tentang adanya pencemaran sungai yang dilakukan oleh perusahaan yang telah membuang limbahnya ke Situ Kamojing dan Aliran Sungai Karang Gelam.

Akibat dari pencemaran ini sangat merusak ekosistem yang ada di dalam sungai. "Ikan-ikan yang ada disungai banyak yang mati akibat limbah tersebut," ucap Serma Cecep Gian kepada Portaljabar.net, Kamis, (14/03/2019).

Menurut Serma Cecep Gian, akibat lain dari pencemaran tersebut adalah air sungai terdapat buih - buih putih, berwarna kecoklatan dan berbau pewangi.

Sementara Danramil 0406 Cikampek, Kapten Inf. Suryadi, pasca menerima laporan dari Babinsa, lalu menugaskan anggotanya untuk mengecek laporan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah ilegal.

Danramil juga mengatakan dirinya langsung mendatangi Kantor Sub Seksi Cikampek PJT II yang berada di Situ Kamojing.

"Saya datangi langsung Kantor PJT II untuk melakukan koordinasi dan meninjau langsung lokasi titik pembuangan limbah tersebut," jelas Danramil.

Lanjut Danramil dari hasil pengecekan langsung ditemukan banyak ikan yang mati disekitaran Situ Kamojing dan Aliran Sungainya. Danramil memperkirakan kemungkinan sumber limbah tersebut dibuang dijalan Tol Jakarta - Cikampek  Km 71.400 disaluran sungai dari arah kawasan BIC Purwakarta menuju Situ Kamojing yang diduga menggunakan mobil tangki.

Sedangkan menurut keterangan dari salah seorang warga yang juga sebagai penggarap lahan PJT II, Ita Sasmita sering menemukan mobil tangki yang sedang membuang limbah.

"Saya sering menemukan mobil buang limbah ditempat yang sama 2 sampai 3 kali dalam sebulan, dan dibuangnya tengah malam dengan jenis limbah cair yang berbeda," tutup Ita. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News