Aset Karawang Kian Mendangkal, Warga Tanjung Pakis Minta Perhatian Pemkab Karawang

KARAWANG-Pantai Tanjung Pakis, yang terletak di Karawang, Provinsi Jawa Barat, merupakan salah satu aset penting yang dimiliki Karawang. Warga Karawang dan sekitarnya kerap menyambangi tempat ini untuk bersantai terutama pada akhir pekan.

Melihat kondisi muara Pantai Tanjung Pakis saat ini, warga dan para nelayan setempat beserta Pemerintah Desa meminta pada Pemerintah Kabupaten agar segera melakukan pendangkalan (pengerukan) muara. Pasalnya, saat ini muara tersebut kondisinya sangat dangkal telah ditutupi sedimen lumpur.

Dikatakan Apip (40) warga Desa Tanjungpakis dan selaku tokoh masyarakat dilingkungan muara, menuturkan, bahwa pada saat air laut alami pasang surut maka para perahu nelayan yang keluar masuk melalui sungai ke muara menjadi terganggu.

“Saat terjadinya pasang surut, perahu kami susah melintas karena tanah permukaan sungai sangat tinggi. Perahu nelayan sering kandas,” tutur Apip, kepada Portaljabar.net, Jumat (15/3/2019).

Sementara itu, warga nelayan lainnya, Imro, mengatakan jika pendangkalan sungai berlangsung sejak lama. Maka bila musim penghujan, dipastikan air sungai akan meluap dengan sendirinya dan air akan merambat ke pemukiman warga yang menyebabkan banjir.

Menurut keterangan Kepala Desa Tanjungpakis, Karyo, muara Pantai Tanjung Pakis beberapa tahun belakangan ini terus mengalami pendangkalan. Ada material lumpur tebal yang menutupi permukaan sungai sehingga membentuk delta.

"Mengenai pendangkalan muara pantai tanjung pakis ini, kami sudah pernah mengusulkan pada pihak Kecamatan melalui Musrembang dan juga pada pihak dinas terkait. Namun hingga saat ini belum direalisasikan," terang Kades Karyo.

Sambung Karyo, nelayan dan warga setempat minta Pemkab Karawang agar menanggulangi pendangkalan muara tersebut, misalnya dengan melakukan pengerukan aliran sungai. Di samping itu, warga meminta agar aliran sungainya juga dilakukan pendangkalan.

“Kami berharap, Pemkab Karawang mau menanggulangi pendangkalan muara dan pendangkalan aliran sungai karena warga kami yang mayoritasnya nelayan menjadi terhambat,” pungkasnya. (wins).

Tags:

Berita Terkait

Related News