Pada Putaran Debat Pilpres Kedua, Berikut Kumpulan Hoax Jokowi Versi KAMAH

JAKARTA-Banyak konten hoax terkait Pemilu 2019 yang diidentifikasi oleh KAMAH (Koalisi Aktivis dan Masyarakat Anti Hoax). Hal tersebut salah satunya diduga dilakukan Presiden Joko Widodo saat Debat Capres ke II yang digelar pada Minggu (17/2/2019) lalu.

Adapun, data-data kumpulan hoax atau berita bohong yang dirangkum oleh KAMAH yakni sebagai berikut :

1. Impor Jagung 180.000 ton tahun 2018. Padahal semester satu saja impor jagung sudah 331.000 ton dan total impor sepanjang tahun 2018 sebesar 737.228 ton.

2. Jokowi menyampaikan produksi beras tahun 2018 sebesar 33 juta ton dan total konsumsi 29 juta ton. Padahal data yang benar adalah konsumsi beras nasional tahun 2018 sebesar 34 juta ton dan data produksi plus impor sebesar 46,5 ton.

3. Jokowi menyatakan telah membangun lebih 191.000 KM jalan desa padahal itu adalah total jalan desa yang dibangun sejak Indonesia  merdeka sejak zaman Soekarno, Soeharto, Habibie, Megawati, SBY dan Jokowi. Sebagian malah dibangun oleh penjajah Inggris, Belanda, dan Jepang.

4. Jokowi menyatakan telah membangun infrastruktur jaringan internet 4G, sebesar 100% di Indonesia Barat, 100% di Indonesia Tengah dan 90% di Indonesia Timur. Padahal data menunjukkan kurang dari 20% Kabupaten/Kota bisa mengakses signal 4G.

5. Jokowi bilang akses internet sudah sampai ke desa-desa dampaknya banyak produk pertanian memiliki market place sehingga mendapat harga yang bagus karena memotong rantai distribusi. Faktanya keseluruhan market place secara online untuk produk pertanian hanya 1% dan sisanya 99% market place secara offline.

6. Jokowi tidak bisa membedakan status kepemilikan tanah antara HGU dan SHM sehingga terjadi kekacauan pemahaman. Apakah Menteri ATR/BPN tidak memberikan informasi yang valid tentang status kepemilikan tanah Prabowo di Kaltim dan Aceh.

7. Jokowi mengklaim pemerintah memenangkan gugatan 18-19 Triliun akibat kerusakan hutan, namun NGO Internasional Green Peace meluruskan bahwa tak satupun dari gugatan itu dibayarkan. Lalu bagaimana dengan kerusakan lingkungan oleh Freeport apakah sudah digugat?.

8. Jokowi menyatakan di negara maju butuh 10-20 tahun untuk memindahkan masyarakat dari mobil ke LRT/MRT. Jika butuh 10-20 tahun dari pembiayaan dengan hutang, bagaimana status pembayarannya? Kapan Break Event Point-nya dan bagaimana kondisi LRT/MRT setelah 10-20 Tahun.

9. Jokowi menyatakan tidak pernah terjadi kericuhan Pembebasan Lahan Jalan Tol dan Pemerintahan selalu Ganti Untung kepada masyarakat. Nyatanya, masih banyak lagi masyarakat yang dirugikan akibat pembebasan lahan jalan tol bahkan terjadi kericuhan.

10. Jokowi menyatakan impor untuk cadangan pangan padahal faktanya malah terjadi overstock pangan.

11. Jokowi menyatakan sejak 2015 tidak pernah terjadi kebakaran hutan padahal data menunjukan pada tahun 2016-2018 telah terjadi kebakaran lebih dari 30.000 hektar lahan hutan

12. Jam 12 malam Jokowi blusukan bersama supir ke pelabuhan. Kejanggalannya, Jokowi mau bertemu siapa karena tengah malam seluruh nelayan dipastikan sedang melaut.

13. Jokowi menyatakan produksi sawit 46 juta ton melibatkan 16 juta petani. Data ini adalah ngawur karena faktanya 97 persen lahan sawit milik perusahaan baik asing maupun swasta nasional. Apakah yang dimaksud Jokowi adalah jumlah buruhnya? Padahal angka 16 juta itu adalah jumlah polulasi di kawasan perkebunan sawit antara lain penduduk, buruh dan keluarga buruh. 

Karena belasan data-data yang diumbar Jokowi ke publik dalam Debat Capres ke II, Elyasa dengan bendera KAMAH meminta Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian untuk memberikan sanksi dan menindak tegas Presiden Jokowi atas dugaan Kebohongan Publik atau hoax.

Pasalnya, hal tersebut telah melanggar Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, Pasal 27 ayat 3 UU ITE, Pasal 421 KUHP Jo Pasal 317 KUHP tentang Kebohongan Publik, Penyebaran Berita Bohong, Penyalahgunaan Wewenang dan Penyebaran Berita Palsu. (uya).

Tags:

Berita Terkait

Related News