Baru Dua Minggu Ditanam, Hektaran Sawah Di Rawamerta Dan Majalaya Diserang Hama Wereng

KARAWANG-Hektaran sawah yang baru berusia kurang lebih dua minggu di perbatasan Kecamatan Rawamerta dan Majalaya di serang hama wereng hingga merubah warna daun padi menjadi kekuningan. Para petani bingung dengan cara bagaimana lagi agar sawahnya berbuah baik, pasalnya, setelah berkali-kali melakukan tanam padi, hasilnya tak pernah berbuah manis.

Menurut keterangan, Rasim (42), seorang petani yang ada di lokasi sawah garapannya yang baru berusia sekitar 2 minggu telah menguning di serang hama wereng, melihat kondisi tanaman padinya, nampak jelas sudah tidak bisa di obati. Satu-satunya cara yaitu dengan melakukan tanam ulang.

"Ya kalau melihat kaya gini mah sudah enggak tertolong, mesti di traktor lagi," ujar Rasim dengan lesu, Kamis (20/3/2019).

Rasim mengaku, tanaman padinya yang lalu di serang hama tikus ketika sudah berusia 2,5 bulan, dan terpaksa di biarkan karena merasa jengkel, juga dipastikan gagal panen. Ia pun harus puas memanen sisa padi serangan hama tikus. 

"Ketika ada harapan baru untuk bertanam pun malah semakin parah, usia padi yang baru 2 minggu di tanam sudah diserang hama wereng," ujarnya.

Hal senada di kataka pemilik sawah, Maman. Area pesawahan yang ia miliki berdekatan dengan sawah garapan Rasim di perbatasan Desa Kutawargi dan Desa Sarijaya hampir merasakan nasib yang sama. Meski terkena serangan hama wereng, namun sawah miliknya tak terlalu parah.

"Kalau misalkan telat ngasih obat, bisa jadi punya saya juga habis semua," terangnya.

Ia mengeluhkan nasib petani di bawah yang banyak tantangan dan rintangannya saat melakukan tanam padi. Selain harus punya modal yang cukup, kesiapan mental pun di pertaruhkan. Karena mau tidak mau ketika tanaman padi di serang hama, nyesek (kecewa-red) di dada pasti terasa, karena sawah ini satu-satunya harapan usaha petani.

"Makanya kita selalu berharap agar para petinggi bisa mempunyai perhatian lebih terhadap para petani," pungkasnya. (wins).

Tags:

Berita Terkait

Related News