Sehari Pasca Kecelakaan, Jasa Raharja Santuni Orangtua Siswa SMK Nahas Rp 50 Juta

Portal Donasi

KARAWANG - PT Jasa Raharja Karawang, santuni ahli waris Siswa SMKN1 yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas saat hendak melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) Senin 25 Maret 2019 lalu, di Jalan Raya  Kosambi, Desa Duren Kecamatan Klari Karawang. 

"Secara langsung kami serahkan santunan kecelakaan kepada ahli waris, dalam hal ini pihak orangtua korban," kata Kepala Perwakilan Jasa Raharja Karawang Fredy Erens Ransoen, Kamis (28/3/2019) di kantornya.

Menurut Fredy, santunan diberikan terhitung 1 x 24 jam pasca kecelakaan terjadi. Menurutnya,  ketika mendapat informasi kecelakaan dari pihak Unit Laka Lantas Polres Karawang,  pihaknya langsng survei ke kediaman ahli waris korban. 

"Kami hanya pastikan korban benar sesuai dengan laporan yang kami dapat dari pihak Kepolisian. Sekaligus membantu mengurus administrasi. Akte, KK, keterangan kematian dari rumah sakit. Semua kami yang urus termasuk pembuatan rekening buat santunan asuransi untuk ahli waris korban," paparnya. 

Diungkapkan Fredy, nominal santunan yang diberikan kepada ahli waris saat ini sudah mengalami kenaikan. Sebelumnya, santunan Jasa Raharja untuk korban kecelakaan untuk korban luka maksimal Rp.10 juta, dan untuk korban meninggal dunia dan cacat permanen sebesar Rp 25 juta.

"Saat ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK,) nomor 16 tahun 2017. Santunan untuk korban luka terhitung 1 Juni 2017, korban luka berat Rp 20 juta, dan korban cacat permanen dan meninggal dunia Rp 50 juta." katanya. 

Bahkan, kata Fredy, diluar santunan yang diberikan, pihak Jasa Raharja pun menanggung biaya ambulan dari TKP menuju rumah sakit dan P3K. 

"Semua kami lakukan dengan sistem jemput bola. Jadi pihak ahli waris korban tidak usah repot urus kesana kemari. Santunan pun disalurkan melalui sistem transfer ke rekening BRI ahli waris,"ungkapnya.

Sebelumnya, Kanit Laka Lantas Polres Karwang, Iptu Sabar Santoso mengatakan, kecelakaan lalu lintas menyebabkan siswa SMKN 1 Karawang, Aldo Mordhekay (18) warga Cengkong, Purwasari meninggal dunia. 

Padahal, hari itu korban hendak melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK,) hari pertama di sekolahnya.

"Korban melaju dengan sepeda motornya dari arah Purwasari menuju Karawang kota. Motor korban serempetan dengan sepeda motor lain lalu terjatuh dan terlindas kendaraan truk yang melaju searah dengan korban. Meninggal dunia di tempat," tutupnya. (tar)

Tags:

Berita Terkait

Related News