GMNI Banjar Gelar Dies Natalis Ke-65 Dengan Tema "Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh”

Banjar - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Banjar Dies Natalis GMNI Ke-65 dengan menggelar syukuran dan doa bersama yang diselengarakan di Gedung Serbaguna Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Minggu (31/03/2019)

Kegiatan tersebut bertemakan “Bersatu Kita teguh bercerai kita runtuh” yang dihadiri puluhan kader GMNI dari berbagai perguruan tinggi di kota Banjar, serta dihadiri Oleh Kepala Desa Sukamukti (Budi Haryono), Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Bina Desa Sukamukti.

Ketua Panitia Dies Natalis ke 65 DPC GMNI Kota Banjar, Peri Harianto Mengungkapkan bahwa peringatan ini berbeda dari biasanya, peringatan Dies Natalis ini berlangsung sederhana namun penuh dengan makna.

Peringatan dies natalis ini adalah momentum sebagai ajang refleksi bagi kader GMNI serta upaya pengenalan kepada Pemerintah Desa bahwa GMNI senantiasa ada dan dekat bersama rakyat. 

Peri juga memaparkan,GMNI merupakan Organisasi Perjuangan dan Gerakan Perjuangan Terorganisir. Artinya, gerakan Perjuangan harus menjadi Jiwa, Semangat atau Roh GMNI. Dan segala tindak perjuangan GMNI harus terorganisir yakni senantiasa mengacu pada doktrin perjuangan yang menjadi azas GMNI." Ucapnya

Ia mengatakan, bahwa menjelang hajat Pemilu 2019 yang akan di gelar sebentar lagi, harus ditanamkan pemahaman kepada kader bahwa GMNI adalah organisasi yang independen dan berwatak kerakyatan.

Artinya, GMNI tidak beraffiliasi pada kekuatan politik manapun, dan berdaulat penuh dengan prinsip percaya ada kekuatan diri sendiri. 

"Independensi bukan berarti netral, sebab GMNI senantiasa proaktif dalam perjuangan sesuai dengan Azas dan Doktrin Perjuangan yang ia jalankan. Walaupun demikian, GMNI tidak independen dari Kaum Marhaen serta Kepentingan Kaum Marhaen." tegasnya

Sementara Ketua DPC GMNI Kota Banjar , Solehan dalam sambutannya mengucapkan bahwa Agenda peringatan Dies Natalis GMNI ke 65 ini menjadi sebuah refleksi bagi seluruh kader GMNI harus berkontemplasi bagaimana kokohnya semangat perjuangan para founding father, para pendiri GMNI yang berjuang untuk bersatu ikut membangun kemajuan negara.

"GMNI adalah Organisasi Mahasiswa yang berkewajiban menggalang kekuatan nasional yang berjuang tanpa pamrih dalam melaksanakan amanat penderitaan rakyat". Tegas Solihan

Ia juga berharap dengan adanya Kegiatan ini kader bisa lebih memahami bahwa GMNI adalah Pejuang pemikir dan pemikir pejuang yang menjunjung tinggi kedaulatan negara, harkat dan martabat rakyat serta nama dan citra GMNI dalam kata-kata, sikap maupun perbuatan.

"Sebagai insan akademis yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa seluruh Kader harus senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan". Pungkasnya (Yos)

Tags:

Berita Terkait

Related News