Polres Cirebon Tetapkan Satu Pelaku Pungli Yang Mengaku Petugas Kemensos

CIREBON-Kasus pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum Kementerian Sosial (Kemensos) pada sejumlah warga Desa Karangsembung, Kecamatan Karangsembung, Kepolisian Polres Cirebon menetapkan satu orang pelaku pungli.

Hal itu dikatakan oleh Kapolres Cirebon Kabupaten, AKBP Suhermanto, melalui Kasat Reskrim, AKP Kartono Gumilar, bahwa pihaknya telah menetapkan satu orang pelaku pungli, sedangkan satu orang lainnya hanya sifatnya mengantar oknum tersebut.

“Satu orang pelaku sudah kami tetapkan, sedangkan satu orang lainnya yang turut diamankan oleh warga kemarin hanya sifatnya mengantarkan jadi hanya dimintai keterangan saja,“ jelas Kartono, Jumat (12/4/2019).

Jumlah nominal uang hasil pungli tersebut, lanjutnya, jumlah korban yang telah terdata sebanyak tiga orang dari warga Desa Karangsembung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon.

“Jumlah kerugian seluruhnya sebanyak Rp 80 ribu rupiah. Barang bukti berupa uang sudah kami sita untuk dijadikan barang bukti,“ tuturnya.

Kini salah seorang oknum Kemensos itu, masih dilakukan pemeriksaan guna perkembangan lebih lanjut. Karena menurutnya, tidak menutup kemungkinan korban bukan hanya dari Desa Karangsembung saja, melainkan dari Desa lainnya juga ada.

“Pelakunya kami masih lakukan pemeriksaan di ruang sat reskrim Polres Cirebon Kabupaten untuk mengetahui uang tersebut larinya ke mana,“ ucap Kartono.

Diberitakan sebelumnya, diduga lakukan pungutan liar (Pungli) terhadap warga Desa Karangsembung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, oknum Kementerian Sosial (Kemensos) diamankan oleh warga sekitar.

Berdasarkan data yang dihimpun Portaljabar.net, berjumlah dua orang yang mengaku dari petugas Kemensos yang mendatangi Desa Karangsembung, Kecamatan Karangsembung.

Mereka diduga melakukan survei ke rumah-rumah warga dengan modus menginformasikan kepada masyarakat, bagi yang memiliki kartu KKS merah putih akan ditukar dengan kartu ATM BRI. Namun dengan cacatan, warga harus memberikan uang kepada petugas sebesar Rp 25 ribu hingga 30 ribu. 

Dan petugas itupun berdalih mampu memasukkan orang ke pendaftaran PKH baru dan pencairan KIP. Namun warga tidak percaya begitu saja dengan petugas dan melaporkan hal itu ke petugas kepolisian Polsek Karangsembung.

Sementara itu, Kapolres Kabupaten Cirebon, AKBP Suhermanto melalui Kapolsek Karangsembung AKP Sudarman, Ia membenarkan adanya laporan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Kemensos terhadap warga sekitar.

“Benar mas, begitu mendapatkan laporan kami langsung ke lokasi. Di lokasi, oknum yang berjumlah dua orang itu sudah dikepung warga dan khawatir terjadi hakim massa maka dua oknum Kemensos itu langsung kami amankan serta diserahkan ke Polres Cirebon Kabupaten," bebernya.

Dua oknum Kemensos tersebut, lanjut AKP Sudarman, mereka telah melakukan pungutan terhadap tiga korban dari warga Desa Karangsembung, Kecamatan Karangsembung. Beruntung dengan kejelian warga, akhirnya oknum itu berhasil diamankan.

“Sementara ini, sudah ada tiga orang yang menjadi korban dan pelaku kini masih dalam pemeriksaan penyidik,“ pungkas Kapolres. (abr).

Tags:

Berita Terkait

Related News