Kenaikan Harga Daging Jelang Ramadhan Di Kota Bandung Masih Tahap Wajar

BANDUNG - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung memastikan kenaikan harga sejumlah komoditas di Kota Bandung masih dalam tahap wajar. Kenaikan harga biasanya disebabkan kebutuhan komoditasnya yang meningkat. 

Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Ermariah meyebutkan,  jika suplainya aman, kenaikan itu masih bisa dikendalikan dalam batas wajar. Menjadi masalah adalah saat permintaannya tinggi, suplainya sedikit. 

"Di kota Bandung masih dalam tahap wajar," katanya, Jumat (26/4).

Dia juga mengaku, sejauh ini sudah berkoordinasi dengan para pemasok daging sapi, ayam potong, telur buah-buahan dan sayuran guna memastikan ketersediaan komoditas tersebut. 

"Dispangtan sudah bekerja sama dengan PD Pasar Bermartabat, Dinas Perdagangan dan Industri serta produsen komoditas. Tak hanya menjelang Ramadan tetapi juga hingga Hari Raya Idulfitri nanti," ucapnya.

Berkaca pada data di Tahun 2018, konsumsi daging sapi bisa meningkat hingga tujuh kali lipat, apalagi saat menjelang lebaran. Normalnya, pemotongan sapi berada di angka 85 ekor per hari. Jumlah tersebut naik menjadi 330 ekor per-hari saat munggahan, dan mencapai 667 ekor per-hari saat H-2 Lebaran.

Sementara itu komoditas telur mengalami peningkatan permintaan konsumen, terutama menjelang Lebaran. Hal itu karena banyaknya produsen makanan berupa kue yang membutuhkan bahan pokok telur.

"Untuk meredam lonjakan harga komoditas bahan pangan, Pemkot Bandung juga bersiap menggelar operasi pasar," ucapnya.(ivan)

Tags:

Berita Terkait

Related News