Banyak Petugas KPPS Meninggal, Warga NU Di Cirebon Gelar Tahlilan

CIREBON-Pelaksanaan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres yang berlangsung pada 17 April 2019 kemarin, menyisakan duka cita yang mendalam. Pasalnya, tidak sedikit petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan personel Kepolisian meninggal dunia akibat berbagai faktor.

Mengingat hal itu, warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon menggelar Sholat Ghaib, tahlilan dan doa bersama. Serta mendorong adanya evaluasi terkait pelaksanaan Pemilu serentak, yang dilaksanakan di kantor PCNU Kabupaten Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. 

Dikatakan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, Wawan Arwan, bahwa para petugas KPPS yang gugur merupakan pejuang demokrasi, karena bertugas demi berjalannya pemilihan umum serentak yang damai dan penuh keadilan.

“Doa bersama ini untuk para pejuang demokrasi yang gugur saat bertugas. Yang mana, telah mengerahkan segala upaya kemampuannya untuk mensukseskan Pemilu,“ terangnya pada Portaljabar.net, Jumat (26/4/2019).

Menurutnya, sebagai manusia yang punya keterbatasan dan rupanya ikhtiar mereka kemudian kalah oleh takdir Allah hingga wafat dalam menjalankan tugas.

“Setiap manusia memiliki keterbatasan kemampuan dan para petugas telah melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat. Namun takdir Allah SWT berkata lain,“ tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Wawan Arwan mengajak masyarakat untuk mendoakan petugas KPPS yang telah gugur dalam menjalankan tugas dan tetap bersatu demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan para pejuang demokrasi yang telah gugur dalam menjalankan tugas,“ ucapnya.

Lanjut Wawan, petugas KPPS di Kabupaten Cirebon sendiri terdapat delapan pejuang demokrasi yang telah gugur. Jumlah tersebut tidaklah sedikit, oleh sebab itu, Ia menegaskan perlu adanya evaluasi besar dalam pelaksanaan Pemilu selanjutnya.

“Jumlah itu tidaklah sedikit, karena mereka para pejuang demokrasi yang telah berupaya keras mengawal jalannya pesta demokrasi ini. Tentu, hal ini harus ada evaluasi karena waktu yang bersamaan antara Pilpres dan Pileg. Sehingga saya kira, layak untuk dipertimbangkan ulang,“ pungkas Wawan. (abr).

Tags:

Berita Terkait

Related News