Tokoh Agama Apresiasi Pelaksanaan Rekapitulasi Surat Suara Pemilu 2019 Berlangsung Demokratis

CIREBON-Pelaksanaan rekapitulasi perolehan suara pada pemilu 2019 dari mulai tingkat TPS, kecamatan (PPK) hingga tingkat Kabupaten Cirebon berjalan demokratis dan trasparan, sehingga mendapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh agama.

Apresiasi itu disampaikan oleh Ketua MUI Kecamatan Depok, Kiai Muhammad Arief Suhartono. Ia mengungkapkan, pelaksanaan pesta demokrasi lima tahun ini berjalan dengan aman dan lancar. Meski ada kendala-kendala di lapangan, namun hal tersebut dapat diselesaikan secara bersama sesuai mekanisme yang ada pada pemilu,

“Alhamdulillah Pemilu Pilpres dan Pileg berjalan dengan aman dan lancar," katanya, Sabtu (4/5/2019).

Ia juga mengungkapkan, jika berlangsungnya Pemilu Pilpres dan Pileg terjadi kecurangan itu merupakan alasan tidak berdasar. Dan menurutnya paling benar adalah kesalahan dan itu merupakan hal teknis yang bisa diperbaiki.

“Saya sampaikan dengan fakta bahwa Pemilu berjalan dengan aman, berarti Pemilu yang aman di dalamnya terlaksana Jurdil dan tidak terjadi kecurangan," ungkapnya.

Sepanjang pelaksanaan Pemilu baik pra maupun pasca, lanjut Kiai Muhammad Arief Suhartono, selama dirinya mengikuti proses tidak ditemukan kecurangan.

“Saya tidak melihat adanya kecurangan, justru yang saya lihat adalah Judil demokratis dan sangat transparan," katanya.

Senada disampaikan oleh Ustaz Abdul Rohman, salah satu ulama dari Kecamatan Lemah abang. Ia pun menegaskan, berjalannya Pemilu 2019 ini berjalan dengan aman dan tidak ditemukan kecurangan.

"Kebetulan saya mengikuti proses pra Pemilu dan pasca Pemilu, perlu disampaikan kepada bangsa Indonesia sepanjang pengamatan kami yang kami bahwa Pemilu yang diselenggarakan ini berjalan dengan Jujur dan adil, kami tidak menemukan ada kecurangan-kecurangan," tegasnya.

Ketua MUI Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Kiai Saefudin Sobari, menyampaikan dengan tegas menyatakan menolak tentang adanya narasi kecurangan terhadap Pemilu 2019. Karena menurutnya hal itu juga mengada-ada dan tidak berdasar.

“Fenomena itu adalah kecenderungan yang mengada-ada. Karena sesungguhnya penyelenggaraan Pemilu 2019 benar-benar berlangsung Luber dan Jurdil. Maka kami dengan tegas menolak bahwa penyelenggaraan Pemilu dikatakan curang,“ tandasnya. (abr).

Tags:

Berita Terkait

Related News