AS Tambah Sanksi Venezuela Untuk Tekan Maduro

INTERNASIONAL - Pemerintahan Trump pada hari Jumat memperluas sanksi terhadap Venezuela di sektor jasa pertahanan dan keamanan. Hal ini dilakukan AS untuk memberi tekanan lebih kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dilansir Reuters, Gedung Putih ingin menunjukkan bahwa tekanan terhadap pemerintahan Maduro belum usai, terutama setelah pemberontakan yang gagal pekan lalu yang dipimpin oleh pemimpin oposisi Juan Guaido, yang didukung oleh Amerika Serikat dan sebagian besar negara-negara Barat.

Guaido yang oleh Maduro disebut sebagai boneka Washington, terpilih sebagai presiden sementara, dengan alasan pemilihan kembali Maduro pada tahun 2018 tidak sah.

Meskipun ada sanksi minyak AS yang signifikan terhadap negara anggota OPEC, Maduro tetap memegang kekuasaan, didukung oleh Kuba, Rusia dan Cina, dan tetap mendapatkan dukungan dari militer negara itu dan lembaga lainnya.

Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin seminggu yang lalu, sebuah percakapan yang mengungkapkan bahwa Moskow relatif tidak tertarik pada nasib Maduro.

“Saya pikir sudah jelas dari pernyataan, bahwa Putin tidak peduli dengan Venezuela,” kata pejabat Gedung Putih.

Di bawah kepemimpinan Maduro, ekonomi Venezuela terhenti, menyebabkan kekurangan pangan, listrik, air dan obat-obatan, dan mendorong jutaan orang keluar dari negara kaya minyak itu.

Pemberontakan Guaido yang dilakukan pada 30 April memang gagal menghasilkan perubahan, tetapi membuat Maduro “terpojok” dan putus asa.

Disebutkan bahwa seorang mantan jenderal berbalik melawan Maduro, dan minggu ini ia dicabut dari daftar hitam sanksi AS. Jenderal, Manuel Cristopher, telah berhubungan dengan para pejabat AS, dan kontak dari tokoh militer lainnya juga telah meningkat.(*)

Tags:

Berita Terkait

Related News