Pelaku Penimbunan Sembako Bakal Di Pidana Tim Satgas Pangan

KARAWANG-Direktur Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Pol Samudi, menegaskan apabila ditemukan pelaku usaha yang melakukan penimbunan sembako ataupun tindakan yang berdampak terhadap peningkatan harga, Satgas Pangan Polda Jabar bakal mengambil tindakan refresif.

Khususnya berupa penegakan hukum terkait penimbunan dengan penerapan pasal 107 UU RI Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

Dalam regulasi tersebut disebutkan, pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok masyarakat atau sembako dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga dan atau hambatan lalu lintas barang dapat di pidanakan 5 tahun

Hal tersebut, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 29 ayat 1 yakni pelaku dapat di pidana paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 50 Milyar. 

Lanjut Samudi, selain itu juga akan diterapkan pasal 133 UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Yang menyebutkan pelaku usaha pangan yang dengan sengaja menimbun atau menyimpan melebihi jumlah maksimal, sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang mengakibatkan harga pangan pokok menjadi mahal/melambung tinggi di pidana paling lama 7 tahun.

Kriminalisasi pelaku usaha yang melakukan penimbunan diatas, akan diterapkan jika upaya represif tidak membuahkan hasil yang berdampak kepada masyarakat luas. 

"Kami tentunya akan melakukan tindakan persuasif dahulu berupa pembinaan dan peringatan oleh Dinas atau instansi terkait yaitu Disperindag, Dinas Pertahanan Pangan dan Peternakan," jelas Samudi kepada Portaljabar.net, Selasa (14/5/2019).

Samudi menambahkan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kendala berarti untuk pendistribusian pasokan sembako. Saat ini, Satgas Pangan juga telah melakukan rapat koordinasi dengan Dit Lantas Polda Jabar dan Dishub Provinsi Jabar.

Agenda tersebut dilakukan dalam rangka prioritas angkutan/transportasi sembako dan bahan penting lainnya, serta memberikan tanda berupa stiker untuk kendaraan angkutan/transportasi sembako selama Operasi Ketupat 2019 di ruas jalan arus mudik maupun balik.

Terakhir, Satgas Pangan juga telah melakukan pengecekan baik stok maupun harga kebutuhan pokok masyarakat baik di pasar tradisional maupun modern serta terhadap gudang kebutuhan pokok masyarakat baik milik swasta maupun pemerintah atau Bulog. 

"Begitupun beberapa operasi pasar yang diselenggarakan oleh Satgas Pangan bersama Disperindag Provinsi Jabar guna menjaga kestabilan harga juga telah dilakukan," pungkasnya. (uya).

Tags:

Berita Terkait

Related News