Gerakan People Power Abaikan Kesantunan Terhadap Pemerintah Yang Sah

KARAWANG - Ramainya gerakan bernama people power dari pendukung Capres Prabowo yang ramai diperbincangkan melalui media sosial tentunya menimbulkan pro dan kontra. Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Karawang, K.H, Tajuddin Noer mencoba menelaah dari sisi negatif maupun positif gerakan tersebut yang pastinya berdampak bagi masyarakat luas.

Dari sisi negatif, Tajuddin menilai gerakan people power sangatlah tidak sesuai dengan budaya bangsa yang sangat menjunjung tinggi pemerintah yang sah.

"Sebagai bangsa yang berbudaya tinggi, bangsa Indonedia tidak boleh mengabaikan nilai dan etika bangsa yaitu berupa kesantunan dan penghormatan terhadap pemerintahan yang sah," ucap Tajuddin kepada Portaljabar.net, Rabu (15/05/2019).

Bahkan Tajuddin menerangkan nilai dan etika bangsa terhadap pemerintahan yang sah merupakan ajaran Islam dan sangat jelas tercantum dalam Kitab Suci Al Quran. Didalam Al Quran diterangkan bahwa setiap umat Islam wajib mentaati Allah, Rasul dan Pemerintahan yang sah dari kalian.

Adapun dari sisi positif, gerakan ini merupakan bentuk ekspresi dalam nuansa kebebasan berpendapat yang dijamin pelaksanaannya oleh Undang-undang.

"Gerakan people power ini adalah salah satu bentuk penyampaian hak bicara yang dijamin oleh aturan," ujarnya.

Karena melihat sisi negatif dan positif terhadap gerakan ini, Tajuddin menghimbau kepada ummat agar lebih fokus beribadah di bulan suci Ramadhan, memperbanyak peduli sesama dan menghindari perbuatan yang membuat orang lain susah. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News