Protes, Honor Guru Ngaji Dipotong Rp 300-400 Ribu

KARAWANG - Pelaksanaan Pendistribusian honor guru ngaji, TPQ, RA, MI, DTA, MTs dan Amil di Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang menui banyak keluhan dari sebagian penerima honor tersebut. Pasalnya, honor yang diterima dipotong sebesar Rp300-400 rebu, dengan dalih pemerataan.

Pendistribusian ini untuk dua Kecamatan yaitu Kecamatan Jayakerta dan Kecamatan Tirtajaya. Jayakerta sebanyak 221 (guru ngaji : 190, Amil : 31) dan Tirtajaya sebanyak 234 ( guru ngaji : 200, Amil : 34).

Menurut keterangan, OJ (40), salah seorang guru ngaji asal Tirtajaya, mengatakan, bahwa uang honor yang diterimanya hanya Rp900 rebu, padahal seharusnya mendapatkan Rp1,2 juta.

"Memang betul honor yang saya terima sebesar Rp900 rebu, karena menurut pendamping, pemotongan tersebut untuk pemerataan jadi dipotong sebesar Rp300 rebu," Cetusnya, pada portaljabar.net, Rabu (15/5/2019)

Sama hal yang diutarakan salah seorang pendamping, AJ (38), membenarkan adanya potongan tersebut untuk pemerataan, karena kuota nya terbatas, masing masing Desa hanya 18 orang, padal guru ngaji yang ada di desanya hampir 30 orang guru ngaji.

"Agar semua guru ngaji yang ada di Desa saya merasakan honor dari pemerintah, maka semua yang menerima honor diminta kesadarannya sebesar Rp400 rebu. Semua merata terkecuali Amil saja yang tidak, diminta" Terangnya. (wins)

Tags:

Berita Terkait

Related News