Siswa SDN Sumurgede I Dipaksa Guru Bayar Uang Perpisahan Kelas VI

KARAWANG-Budaya pungutan liar (pungli) yang ada di tanah air kita, rupanya agak sulit diberantas karena sudah sangat mengakar di dalam setiap bidang kehidupan.

Apalagi budaya pungli di bidang pendidikan yang agaknya sulit dibabat habis. Ibaratnya satu ketangkap aparat, muncul ribuan pelaku pungli lainnya.

Sebagai gambaran masih maraknya pungli di dunia pendidikan, kali ini terjadi di SDN Sumurgede I Kecamatan Cilamaya Kulon. Di mana, para siswa dipaksa membayar uang perpisahan kelas VI oleh guru kelas masing-masing. 

"Anak saya dipaksa terus sama guru kelasnya untuk bayar uang perpisahan sebesar Rp 100 ribu," ucap salah seorang wali murid yang meminta namanya dirahasiakan, Minggu (19/5/2019).

Dirinya mengaku risih dengan tingkah guru dan kepala sekolah SDN Sumurgede I yang menagih uang perpisahan kepada anaknya. Pasalnya, cara menagihnya sama seperti lintah darat saat menagih nasabahnya. 

"Kok tiap hari nagihnya ke anak saya. Kalau gitu guru sama saja kayak bank keliling," bebernya.

Hal senada juga diungkapkan oleh JA salah seorang wali murid di SD tersebut. JA yang sehari-hari aktif di salah satu LSM ini, mengaku tidak akan membayar pungutan liar yang dilakukan sekolah karena sudah kadung jengkel dengan tingkah kepala sekolah dan guru-gurunya. 

"Ku urang moal dibayar pisan mun carana kos kitu wae (Sama saya tidak akan dibayar kalau caranya seperti itu terus.red)," ujar JA geram.

Sementara itu, Kepala SDN Sumurgede I tidak merespon upaya Portaljabar.net untuk mengklarifikasi tudingan pungli dengan cara memaksa yang diduga dilakukan jajarannya kepada para siswa. (uya).

Tags:

Berita Terkait

Related News