Beredar Surat DPP Golkar Ke MK Meminta Pembatalan Hasil Pemilu, Dedi Mulyadi : Itu Hoax

JAKARTA- Isu-isu politik yang kian kemari kian panas dan berpotensi memecah belah bangsa nampaknya sengaja dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Setelah isu mengenai aksi 22 Mei, kali ini isu negatif merambah partai pendukung Capres Jokowi-Amin.

Partai Golkar, selaku partai lawas yang menjadi pendukung Jokowi diterpa isu yang agak janggal. Isu tersebut adalah Surat DPP Golkar yang memohon Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membatalkan hasil Pemilu 2019. Surat tersebut saat ini viral dan berseliweran di berbagai grup Whatsapp.

Surat tersebut berbunyi ;
Hal : Permohonan Pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan Umun Nomor 987/PL.01.8-Kpt/06/KPU/V/2019 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota secara Nasional dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 yang diumumkan secara nasional pada hari Selasa, tanggal 21 Mei 2019 pukul 01.46 WIB.

Surat ditandatangi oleh Ketua Umun Partai Golkar Airlangga Hartarto Sekjen Partai Golkar Lodewijk F. Paulus pada tanggal 23 Mei 2019.

Menyikapi hal ini, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi membantah adanya surat yang kontradiktif dengan arah perjuangan partainya selama ini.

"Gak benar itu, itu suratnya hoax," jelas Dedi yang juga merupakan Anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 kepada Portaljabar.net, Minggu (26/05/2019). (Uya).

 

Tags:

Berita Terkait

Related News