Kisah Usma Korban Penjarahan Aksi 22 Mei Datangi Presiden Jokowi

JAKARTA - Usma (64), seorang pedagang kelontong yang menjadi korban penjarahan dari aksi kerusuhan 22 Mei di Istana Merdeka. Usma kehilangan barang dagangannya yang ludes dijarah massa serta pakaiannya juga ludes terbakar.

Presiden Jokowi menerima Kedatangan Usma sendirian sekitar pukul 09.15 WIB yang kemudian melakukan pertemuan tertutup dengan Jokowi. Pertemuan yang kurang dari satu jam itu tak boleh diliput awak media.

Usai pertemuan, Usma mengatakan baru saja diberikan Jokowi sebanyak tiga helai baju. Ia tampak masih menenteng kantong plastik yang berisi pakaian pemberian Jokowi itu.

"Dikasih baju aja, ini tiga. Ini ganti bajunya saya kan habis," kata Usma di halaman Kantor Presiden sambil berjalan,Jakarta, Senin (27/05).

Dalam aksi tersebut, ia menjelaskan dagangannya seperti rokok dan minuman habis. Bajunya pun habis terbakar karena ditaruh di pos polisi. Menurut Usma, dia mengalami kerugian mencapai Rp20 juta.

Pria asal Kuningan, Jawa Barat ini pun mengaku diberi uang untuk belanja oleh Jokowi. Namun, dia merahasiakan jumlahnya kepada awak media. "Uang tambahan, buat belanja lah. (jumlahnya) ada-lah," kata dia.

Saat ditanya terkait harapan, Usma mengaku ingin Jakarta kembali aman. Kata dia, Jokowi berpesan agar dia memulai usahanya kembali.

"Suruh jualan lagi, kerja keras lagi," ujarnya.(alf/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News