Forum Raja Dan Sultan Nusantara : NKRI Harga Mati

JAKARTA - Sultan Sepuh ke-14 Keraton Kasepuhan Cirebon selaku Ketua Forum Komunikasi Raja dan Sultan se-Nusantara tetap mendukung Pemerintahan Negara Republik Indonesia yang sah, serta tetap menyatakan NKRI harga mati ditengah ancaman disintegrasi bangsa saat ini.

Sultan Sepuh didampingi Raja Kulukale Maros, Yang Mulia Andi Maparesa dan Subandi, salah satu pengurus di SSKN dari Keraton Kasepuhan Cirebon Subandi menyatakan bahwa Raja dan Sultan se-Nusantara tetap mengikuti semua program-program yang ada di pemerintah, khususnya di bidang kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif dan juga beberapa program sosial lainnya.

"Di era NKRI ini Raja dan Sultan Nusantara yang juga sebagai warga negara Republik Indonesia, tentunya tunduk terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku. Raja dan Sultan Nusantara pada waktu memasuki kemerdekaan Republik Indonesia ikut berjuang membentuk NKRI pada waktu sebelum terbentuk," ucap Sultan Sepuh.

Lanjut Sultan Sepuh bentuk pejuangan Raja dan Sultan Nusantara pada waktu sebelum terbentuknya NKRI dan diawal-awal kemerdekaan adalah berupa sumbangan moril dan materil terhadap pemerintah.

"Indonesia sebelum merdeka terdiri dari kerajaan-kerajaan dan pada waktu itu yang mempunyai kekayaan, harta, uang, adalah kerajaan-kerajaan. Pada waktu awal merdeka, Raja dan Sultan Nusantara berkumpul dengan Bung Karno di Tampaksiring unyuk menyumbangkan harta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia," ujarnya.

Menurut Sultan Sepuh, para Raja dan Sultan Nusantara sudah bosan dengan politik adu domba penjajah pada waktu itu. Dari masing-masing kerajaan diadu domba, bahkan didalam kerajaan diadu domba, antara adik dan kakak, bahkan keluarga.

Karena itulah Raja dan Sultan Nusantar bersepakat dan berjuang demi kemerdekaan sehingga banyak pahlawan nasional yang berasal dari kerajaan-kerajaan di nusantara. "Itulah bukti nyata bahwa Raja dan Sultan Nusantara ingin merdeka dan membentuk NKRI," jelasnya.

Melihat perkembangan saat ini, Sultan Sepuh menilai Republik Indonesia sudah berusia kurang lebih 74 tahun dan memperlihatkan perkembangan yang sangat pesat ditengah berbagai kekurangan yang ada. "Tentu masih ada yang perlu kita selesaikan. Masalah kepuasan atau tidak kepuasan tentu itu hal yang lazim karena Indonesia sangat luas dan sangat besar sekali," tandasnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News