Di Balik Pemudik Tinggalkan Jakarta, Volume Sampah Berkurang

JAKARTA-Banyaknya warga DKI Jakarta yang pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijiriah, dinyatakan bahwa volume sampah berkurang. Hal tersebut, terhitung pada hari pertama Lebaran berkurang drastis atau hanya 1.800 ton dibandingkan bulan Ramadhan yang rata-rata mencapai 8.063 ton per hari. 

Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan, sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu lalu hanya 377 ritasi dengan total volume sampah sebesar 1.842 tonase. Adapun selama bulan Ramadhan, rata-rata volume sampah sebanyak 8.063 ton per hari.

“Sampah organik terutama sisa makanan masih mendominasi. Namun yang jelas tonasenya berkurang,” kata Asep saat dikonfirmasi, Kamis (6/6/2019).

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, sampah yang dihasilkan warga DKI Jakarta selama Ramadhan 2019 atau dari tanggal 6 Mei sampai 4 Juni mencapai 241.911 ton. Dibandingkan pada periode sama 2018, sampah yang dihasilkan saat Ramadhan 2019 meningkat sebanyak 12.530 ton. Pada 2018, sampah yang dihasilkan selama Ramadhan sebanyak 229.380 ton atau rata-rata sekitar 7.909 ton per hari.

Menurut Asep, sampah DKI Jakarta sebagian besar merupakan sampah sisa makanan. Hal itu karena selama bulan puasa, banyak makanan sisa berbuka puasa yang terbuang sia-sia.

Baca Juga : Polisi Imbau Masyarakat Hindari Rest Area Di Tol Jakarta-Cikampek

Sementara itu, Ali Yudho selaku Kepala Seksi Pengendalian Pengoperasian Kebersihan dan Limbah B3 Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, menambahkan, selama Ramadhan, Jakarta Selatan menyumbang sampah rata-rata lebih dari 1.200 ton per hari. Namun pada Rabu atau hari pertama Lebaran, produksi sampah Jakarta Selatan turun menjadi 350 ton saja.

“Hari ke lima sebelum Ramadhan itu, ada tren kenaikan sampai sekitar 30 persen sampai 40 persen hingga satu hari menjelang Lebaran,” kata Ali.

Adapun pada hari kedua Lebaran atau pada Kamis (6/6/2019), volume sampah di wilayah Jakarta Selatan mulai meningkat dari 350 ton menjadi 400 ton. Ali memperkirakan, volume sampah akan terus meningkat dan kembali normal setelah lima hari pascalebaran. (gadis/*).

Tags:

Berita Terkait

Related News