Terapkan One Way, Hindari Kemacetan Parah Di Tanjakan Nagreg

BANDUNG - Kelancaran arus mudik dan arus balik di jalur selatan Jawa Barat tahun 2019 ini jauh lebih baik ketimbang tahun 2018 lalu. Sejak sepekan sebelum lebaran hingga saat ini, hanya sekali terjadi kemacetan parah yakni pada lebaran hari kedua. Sisanya, lalu lintas jalur selatan Jawa Barat ramai lancar.

Kelancaran jalur tersebut tidak lepas dari tugas personel Kepolisian Resor Bandung. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bandung, Ajun Komisaris Hasby Ristama, mengatakan bahwa polisi menerapkan enam pendekatan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di bawah wilayah hukum Polres Bandung di Jalur selatan Jawa Barat mulai dari Nagreg hingga Cileunyi. 

Menerapkan Sistem One Way Pendekatan pertama, yakni dengan menerapkan skema lalu lintas satu jalur alias one way. Skema itu dilakukan tiap kali jalur Nagreg mengalami kepadatan.

“Bahkan, hari ini kami sudah melakukan sistem one way sebanyak tiga kali. Dari arah Garut dan Tasik menuju Bandung via Nagreg, kami terapkan one way,” kata Akp Hasby Ristama.

Mensterilkan terowongan Lingkar Nagreg Yang kedua, ialah dengan mensterilkan sejumlah jalur yang menjadi hambatan lalu lintas, salah satunya ialah terowongan Nagreg. Di terowongan itu, pemudik sering kali berhenti untuk melakukan swafoto alias selfie. Terowongan Nagreg memang dikenal memiliki bentuk yang bagus untuk difoto.

“Jadi kami turunkan petugas untuk berjaga di sana, dan mengingatkan pemudik untuk tidak berhenti dan selfie. Itu bisa menjadi hambatan,” tuturnya.

“Sebelum jembatan Nagreg itu jalurnya tanjakan cukup panjang. Apabila ada hambatan, akan menjadi kepadatan yang parah,” kata Hasby.

Jalur tiga banding satu di Jalan Raya Nagreg Pendekatan ketiga ialah dengan membagi lalu lintas Jalan Raya Nagreg yang ditempuh para pemudik arus balik setelah melintasi kawasan Nagreg. Jalan Raya Nagreg yang mulanya dipakai dengan sistem dua banding dua (masing-masing dua jalur ke arah timur dan barat), kini diubah menjadi tiga banding satu.

“Tiga jalur untuk laju kendaraan menuju Jakarta dan Bandung, sementara satu jalur untuk kendaraan yang mengarah ke Garut dan Tasikmalaya,” tutur Hasby.

Skema tersebut dilakukan mengingat fokus Polres Bandung saat ini adalah melancarkan arus balik pascamudik 2019.

Selain ketiga cara ampuh itu, polisi juga menerapkan kanalisasi kendaraan bermotor dan aktifitas menyebrang di Pasar Dangdeur, Rancaekek. Dengan kanalisasi yang diterapkan lewat seutas tali itu, polisi membatasi gerak masyarakat yang hendak menyebrangi jalan.

“Kanalisasi juga berfungsi untuk membatasi masyarakat yang hendak menyebrang jalan. Biasanya, itu yang membuat daerah pasar dan persimpangan menjadi penyebab kemacetan,” ujar Hasby.

Meminimalisir terminal bayangan

Masih di kawasan Cileunyi, Polres Bandung juga mensterilkan persimpangan Cileunyi yang biasanya riuh akibat adanya terminal bayangan. Seandainya masih terdapat terminal bayangan di sana, lalu lintas arus balik akan terhambat dan laju kendaraan pemudik menuju Gerbang Tol Cileunyi pasti terganggu.

“Karena ada terminal bayangan yang cukup padat, masyarakat juga banyak yang menunggu kendaraan di sana. Jadi kami bersihkan dan atur rapi, sehingga kemacetan karena gerbang tol tidak lebih dari 20-30 meter saja,” ujar Hasby.

Meski penumpukan kendaraan belum terjadi di Gerbang Tol Cileunyi, polisi telah menerapkan cara agar tidak terjadi kemacetan di sana. Salah satunya, merupakan buah koordinasi dengan Jasa Marga untuk memaksimalkan gerbang tol menjadi delapan pintu.

“Bahkan, apabila delapan gerbang tol masih membuat macet, kami akan maksimalkan dengan penambahan card reader,” kata dia.(ivn)

Tags:

Berita Terkait

Related News