Muradi : Pelaksanaan Sidang Perdana Pilpres Di MK Akan Kondusif 

BANDUNG,- Sidang Perdana gugatan sengketa pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi disinyalir akan berjalan lancar dan kondusif. Terlebih diperkirakan tidak ada pergerakan massa yang cukup berarti. 

"Saya kira besok tidak ada pergerakan massa yang besar. Kalau melihat dinamikanya, saya kira akan landai," jelas Muradi pengamat politik Universitas Padjajaran, saat dihubungi portaljabar.net, Kamis (13/6/2019).

Diungkapkan Muradi, pihaknya tidak melihat adanya pergerakan politik yang masif menjelang sidang perdana pilpres nanti. Menurutnya ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut. Antara lain pernyataan Prabowo-Sandi yang tidak akan hadir dalam sidang perdana. Termasuk juga pergerakan di media dan medsos pun terlihat cukup kondusif. Bahkan saat ini pun lobi lobi politik sudah mengarah pada hal positif yang membangun bangsa. 

"Kalau lihat di media dan medsos pun ini sudah landai. Tidak seperti sebelumnya yang sangat ramai.Jadi saya kira besok akan landai saja," katanya.

Meski demikian, lanjutnya, kalaupun ada suatu pergerakan pada masa sidang perdana di MK maka, tidak menutup kemungkinan mereka merupakan massa yang menunggangi.

"Kalo pasangan capresnya saja  bilang jangan datang ke MK maka pilihannya ada dua, mereka memang betulbetul pendukung capres tersebut atau mereka hanya menunggangi. Kalau besok memang rame, artinya mereka adalah penungggang gelap. Kalo sepi berarti pak Prabowo punya loyalis yang luar biasa," katanya. 

Lebih lanjut Muradi pun menghimbau agar masyarakat pun bisa menjaga diri dan tidak terprovokasi oleh hal hal yang bersifat negatif. 

"Saya kira pemilu sudah selesai, kembali pada situasi politik yang normal tidak terpengaruh oleh isu isu yang bersifat provokatif yang akan memeceah belah bangsa. saya kira politik sudah selesai, harusnya dibawah juga sudah selesai. saya berasumsi bahwa elite sudah ada pertemuan untuk membangun bangsa, jadi masyarakat pun harus bareng bareung lagi membangun entitas bangsa," katanya. (agus) 

Tags:

Berita Terkait

Related News