Susno Duadji, Mantan Jenderal Yang Kini Jadi Petani Karet

BANDUNG,- Masih ingat dengan sosok Susno Duadji. Mantan Kapolda Jabar tahun 2008 ini sekarang hidup sederhana menjadi petani di kampung halamannya kawasan Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Sosoknya yang dulu dikenal tegas dan kontroversial, kini Komjen (purn) Susno Duadji memilih mengelola kebun karetnya.

Dalam foto yang diposting di instagramnya @susnoduadji, pria 65 tahun tersebut terlihat memakai t-shirt dan celana panjang. Selain itu, dia tampak mengenakan topi dan menyampirkan handuk kecil di lehernya.

Dengan tak beralas kaki, dia menunjukkan kesibukannya saat memanen getah pohon karet di tanah kelahirannya, kawasan Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Dalam caption foto tersebut, ayah dua anak itu menceritakan nasib pilu yang dialami petani karet selama lima tahun terakhir, di mana harga karet mentah anjlok.

"Nasib petani karet hampir 5 thn harga karet mentah anjlok, petani karet hanya bisa pasrah," tulisnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, Susno resmi menjadi anggota kepolisian usai lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Kepolisian pada 1977.

Hampir sebagian besar kariernya dihabiskan menjadi seorang perwira polisi lalu lintas, dan sempat berkunjung ke-90 negara untuk mempelajari kasus-kasus korupsi.

Kariernya baru mulai menanjak ketika dipercaya menjadi Wakapolres Yogyakarta. Setelah itu, dia sempat diangkat sebagai Kapolres di Maluku Utara, Madiun, dan Malang.

Susno kemudian ditarik ke Jakarta dan ditunjuk sebagai pelaksana hukum di Mabes Polri dan mewakili kepolisian untuk membentuk KPK pada 2003.

Satu tahun setelahnya, pria kelahiran 1 Juli 1954 ini kemudian ditugaskan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Setelah menjalani empat tahun berdinas di lembaga tersebut, dia dilantik sebagai Kapolda Jabar. Tak sampai setahun dia kembali diangkat menjadi Kabareskrim menggantikan Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri yang dilantik sebagai Kapolri.

Selang setahun, Susno menyatakan mundur dari jabatannya pada 5 November 2009. Namun, pada 9 November 2009 dia aktif kembali sebagai Kabareskrim Polri. Tak sampai sebulan, Susno diberhentikan Kapolri secara resmi.

Pemecatan itu tak lepas dari beberapa pernyataannya yang dianggap membuat panas jajaran Polri.

Mulai dari istilah cicak buaya yang kemudian memicu gelombang protes dari masyarakat, kemudian kode ‘Truno 3’ saat KPK menyadap Susno terkait penyelidikan kasus Century.

Susno juga mengungkap pegawai pajak Gayus Tambunan yang memiliki rekening gendut hingga akhirnya dibekuk polisi dan dijebloskan penjara.

Kasus ini turut menyeret sejumlah jenderal di kepolisian, seperti Brigjen Pol Edmon Ilyas dan Brigjen Pol Raja Erizman, pejabat kejaksaan Cyrus Sinaga, kehakiman dan aparat Departemen Keuangan.

Setelah seluruh perjalanan kariernya di kepolisian yang kontroversial, Susno memilih hengkang dari instansi yang telah membesarkan namanya. Dia pun pulang ke kampung halamannya dan menjadi seorang petani karet.

Tak hanya bertani karet, dia menanam banyak jenis tumbuhan di kebunnya. Mulai dari kopi, tomat, cabe, dan lain-lain di bawah nama Aldeoz Agro.

Selain memiliki ladang untuk bertani, Susno ternyata memiliki warisan keluarga berupa tanah yang kini menjadi hutan dipenuhi rerumputan tinggi dan pepohonan.

Melalui sebuah video yang diunggah pada 22 April 2019, Susno membagikan momen blusukannya di dalam hutan. Dia tampak ditemani sejumlah orang di sekitarnya.

Sambil menancapkan golok pada sebuah pohon, Susno menjelaskan, hutan milik nenek moyangnya tersebut sudah lama tak fungsikan, yakni sekitar 50 tahun.

"Saya berada di dalam hutan. Hutan ini bekas kebun zaman nenek moyang kita, masih berapa generasi di atas bapak saya, dianggurkan sudah lama…..Sekarang ini nganggur, sudah tidak dikerjakan hampir 50 tahun," ujarnya.

Informasi terbaru, saat ini Susno Duadji tengah dirawat di Rumah Sakit Daerah Besemah, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan sejak Kamis (13/6/2019) lalu. Susno diindikasikan terkena gejala demam berdarah. (nie/* dari berbagai sumber)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News