Musim Kemarau, Distan Kab Bandung Imbau Warga Tanam Palawija

BANDUNG,- Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sawah petani di Kabupaten Bandung bagian timur kekeringan. Untuk mencegah gagal panen, petani berharap pemerintah setempat memberikan solusi berupa bantuan pompa air untuk mengairi sawah.

"Ada air dari selokan (drainase), satu-satunya yang masih bisa digunakan, selama musim kemarau. Kadang-kadang bau kecampur limbah," kata Iri di Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung, Kamis(20/6/2019).

Menurut Iri, ia dan sejumlah petani lainnya terpaksa menggunakan air dari saluran drainase yang melintang secara bergantian agar semua teraliri air.

Para petani, kata Iri, mengharapkan adanya bantuan pompa untuk mengairi sawah agar tidak gagal panen.

"Kalau ada pompa, tidak takut gagal panen lagi," katanya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania mengungkapkan pihaknya akan membantu dengan melihat sumber mata air di sekitar lahan yang kekeringan tersebut untuk dipompa.

Kalau pun tidak memiliki pompa, pihak Distan Kabupaten Bandung akan memberikan bantuan pinjaman alat pompa secara gratis di Distan.

"Tahun ini diprediksi kemarau tidak akan terlalu panjang seperti tahun lalu. Puncak kemarau diperkirakan di Juli-Agustus dan berakhir di September. Mudah-mudahan tidak ada yang sampai mengalami fuso seperti tahun lalu," katanya.

Ina mengimbau kepada para petani, pada saat memasuki kemarau ini untuk tidak memaksakan menanam padi karena sumber air mulai terbatas di beberapa wilayah, petani diminta mengalihkan komoditas tanaman sementara waktu.

"Kalau ada sumber airnya tapi terbatas lahan harus tetap diolah, silakan misalnya untuk tanaman palawija atau komoditas hortikultura dataran rendah seperti cosin dan timun. Di samping umurnya pendek palawija tidak perlu membutuhkan banyak air," tandasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News