Soal 3% Prajurit TNI Terpapar Radikalisme, Hasanuddin Ragukan Data Menhan

JAKARTA,- Mantan Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, TB Hasanuddin meragukan validitas data yang diungkap Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu terkait adanya 3 persen prajurit TNI yang terpapar radikalisme.

Hal ini karena kata Hasanuddin, sumber data yang menjadi acuan Menhan itu tidak valid. Menurutnya, 3 persen prajurit TNI itu jumlahnya sangat banyak, yakni sekitar 12 ribu prajurit.

"Ini sangat berbahaya, sebab mereka punya keterampilan bertempur dan punya senjata. Jadi saya tidak yakin akan kebenaran hal itu," kata politisi PDI Perjuangan ini melalui sambungan telepon, Senin (24/6/2019).

Namun, Hasanuddin mengatakan dirinya tak menampik apabila ada prajurit TNI yang terpapar radikalisme. Namun, dia yakin jumlahnya tak mencapai 3 persen.

"Kalaupun memang ada, mari kita perbaiki rekrutmen prajurit TNI, seperti dengan menelaah riwayat hidup dan lingkungan calon prajurit. Dengan begitu prajurit TNI yang bermoral Pancasila bisa didapat," kata Purnawirawan TNI itu.

Seperti diketahui, Menhan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan adanya 3 persen prajurit TNI yang terpapar radikalisme. Menurut Ryamizard, 3 persen prajurit TNI ini berangan mengganti Pancasila dengan ideologi khilafah negara Islam. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News