Pasca Putusan MK, Intelejen Kejagung Gelar Rakernis

JAKARTA - Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK)  terkait keputusan sengketa pemilu 2019, intelejen kejaksaan Republik Indonesia langsung menggelar rapat kerja nasional (Rakernas),  akhir pekan kemarin di Jakarta. 
Hadir dalam kesempatan itu Jaksa Agung HM Prasetyo,  Menteri Desa, Pembangunan Daerah  Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo didampingi Sekjen Kemendes,  Jamintel Jan S Maringka serta para Jaksa Agung muda. 

"Jajaran intelejen kejaksaan harus dapat mengantisipasi,  memprediksi dan mengatasi pelbagai tantangan dan hambatan seiring berkembangnya dinamika yang terus bergulir di masyarakat, " Ujar HM Prasetyo. 

Dia meminta pada jajaran intelejen terkait peranan dan kedudukan tugas pokok dan fungsi serta kewajiban intelejen korps adhyaksa.

"Jaksa harus memberikan kontribusi positif khususnya dalam merawat dan menjaga praktik berdemokrasi di negara kita, " Katanya.

Intelijen kejaksaan sebagai perangkat penguat dan pendukung keberhasilan operasi penegakan hukum memiliki peran yang amat penting. Penyelenggaraan Rapat Kerja Teknis Bidang Intelijen Kejaksaan RI pada 26-27 Juni merupakan salah satu upaya untuk menguatkan peran tersebut. 

Jaksa Agung menekankan Rakernis Bidang Intelijen yang mengusung tema Optimalisasi Peran Intelijen Kejaksaan Merajut Kebhinekaan dalam Bingkai Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu 2019, hendaknya menjadi cerminan dari sebuah semangat dan niat, serta tekad dan komitmen.

 Tujuannya untuk membentuk karakter intelijen kejaksaan yang profesional, berintegritas, sensitivitas tangguh, dan responsif karena dibekali insting serta kepekaan tinggi dan modern, berwawasan dan punya kemampuan beradaptasi dengan setiap perubahan yang ada. 

Hal itu menjadi sesuatu yang penting dan dibutuhkan dalam tiap perhelatan pesta demokrasi, seperti Pilpres, Pileg, dan Pilkada. Begitupula dengan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang tidak sedikit menimbulkan friksi, polarisasi, serta ketegangan sebagai ekses dari adanya perbedaan jenis, serta kepentingan yang membawa konsekuensi timbulnya perbedaan ataupun pertentangan sikap, pilihan politik, dan figur yang diinginkan.

Jaksa Agung HM Prasetyo juga mengapresiasi seluruh jajaran intelijen kejaksaan yang responsif, serta mengambil bagian untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal setiap tahapan pemilu di negeri ini. Intelijen kejaksaan diimbau tetap menjaga kepekaan, antisipasi, dan deteksi terhadap ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) hingga pelantikan presiden, serta terbentuknya kabinet dan parlemen baru pada Oktober mendatang.(whd)

Tags:

Berita Terkait

Related News