Alumni Aktivis 98 Ajukan Rian Andi Sumarno Jadi Kandidat Menteri Jokowi

BANDUNG,- Alumni aktivis 98 Jawa Barat mengajukan tiga nama untuk kepada Presiden RI terpilih, Joko Widodo untuk dipertimbangkan masuk pada kabinet kementrian periode 2019-2024.

Ketiga nama tersebut, yakni di antaranya Staf Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rian Andi Sumarno, pengusaha Furqon AMC serta Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi.

Koordinator Alumni Aktivis 98 Jawa Barat, Eko Arief Nugroho menuturkan bahwa ketiga nama tersebut layak diajukan ke Jokowi karena memenuhi klasifikasi kualitas jaringan politik, akses pemerintah dan jenjang karir yang ditekuni.

Menurutnya, figur Rian Andi Sumarno dianggap telah menekuni karir hingga sampai ke istana, serta aktif dalam suksesi politik dan mampu mengelola jaringan.

"Rian mempunyai kapasitas politik dan jaringan, dalam kasus pemilu kemarin, cukup bisa membawa dia berinteraksi lebih jauh. Ia juga sudah terlibat di pemerintahan," ujarnya disela Halal bi Halal Idul Fitri 1440 Hijriah Aktivis 98 Jawa Barat di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Sabtu (29/6).

Sementara untuk figur Furqan AMC dinilai memiliki kepiawaian dalam berwirausaha dibandingkan dengan alumni 98 lainnya. Dikatakannya Furqan juga dianggap cukup terlibat pada saat proses pemilihan presiden kemarin.

"Furqan cukup telaten membangun komunitas, usaha, di antara teman - teman yang sukses dalam usaha," ungkapnya.

Sementara untuk figur Muradi, layak dipertimbangkan, karena jenjang politiknya yang aktif di tingkat Provinsi maupun Nasional.

"Muradi terlibat di beberapa kebijakan pemerintah, jadi bukan hal asing untuk pemerintahan ke depan. Jadi saya kira jaringan besar yang dibangun juga memadai," katanya.

Pihaknya meyakini bahwa pengajuan 3 nama ini memiliki kans politik bagus di kancah Nasional. Eko juga mengaku beruntung dengan diputuskannya tiga nama ini tidak mengalami kekisruhan di internal.

"Ini bukan soal bergaining, tapi bagaimana kami punya nilai - nilai yang kami perjuangkan lebih jauh dibanding memenangkan sebuah pertarungan. soal kapasitas, jaringan, probability, ini kita berani memutuskan tiga ini luar biasa. Kalau soal terpilih atau enggaknya itu otoritas orang yang bisa menentukan, kita hanya mendorong saja," tandasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News