Masjid Salman ITB, Manfaatkan Dana Infak Untuk Kemaslahatan Umat

BANDUNG,- Salah satu cita-cita Masjid Salman ITB adalah ingin menjadi salah satu masjid yang ramah bagi kaum difabel.

Sebab sejauh ini, masjid yang terletak tepat di depan kampus ITB Jalan Ganesha Bandung ini masih belum ramah bagi kaum difabel, lantaran untuk naik ke masjid harus naik anak tangga.

Direktur Badan Wakaf Salman ITB M. Khirzan N. Noeman menyebutkan, tahun ini pihaknya ingin membangun fasilitas untuk kaum difabel, mulai dari pegangan tangga, track untuk kursi roda dan tempat wudhu khusus difabel.

"Harapannya tentu saya ingin kaum difabel juga datang ke masjid, untuk ibadah berjamaah,"  katanya Minggu(30/6/2019).

Selain itu, masjid Salman ITB juga ingin menuju masjid menuju go green. Sehingga, kata dia, bisa membantu dan mensukseskan program Kang Pisman yang digagas pemerintah kota Bandung.

"Kita ingin Masjid Salman  ITB menjadi pilot projek sebagai masjid yang menjalankan program Kang Pisman," ucapnya.

Direktur Rumah Amal Salman, Muhammad Kamal Muzakki meyebutkan, selain membangun fasilitas untuk kaum difabel, pihaknya juga meyediakan pembinaan bagi siswa-siswi dhuafa berprestasi untuk dapat menembus seleksi masuk ITB.

Menurutnya, dana dari titipan zakat infak juga akan disalurkan untuk beasiswa kepada mahasiswa ITB.

"Alhamdulilah, tahun 2018-2019 sebanyak 3.100 orang mengikuti seleksi awal. Sebanyak 150 mengikuti camp bulan yang berlokasi di pusdik militer, 120 siswa lulus ke PTN, 40 PTN Non ITB, 80 ITB, 50 beasiswa dari Salman 30 mayoritas mendapatkan beasiswa bidik misi," paparnya.

Peran lainnya, terang dia,  yaitu sebagai pembina karakter (character building) dan melayani kebutuhan ibadah segenap civitas academika, terutama ITB serta telah mencetak ratusan kader setiap tahunnya, melalui beberapa program kaderisasi yang dimiliki.

"Dari dana zakat yang terhimpun pengalokasian dananya salah satunya untuk program pendidikan," pungkasnya. (ipn)

Tags:

Berita Terkait

Related News