Miris! Ayah Gauli Putri Kandung Selama 6 Tahun

JAKARTA-Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, menyatakan bahwa perbuatan bejat pria paruh baya berinisial DA (45) warga Pekon Campang, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, patut diganjar dengan hukuman yang berat. 

Pasalnya, aksi bejat yang dilakukannya dengan cara menyetubuhi putri kandung layaknya suami istri selama 6 tahun lamanya. Selain itu, Arist mendorong Polres Lampung Barat untuk menetapkan perbuatan DA sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Dengan demikian penanganannya juga harus dilakukan secara luar biasa.

Lanjut Arist, mengingat kejahatan seksual yang diakukan DA terhadap putri kandungnya dilakukan secara berulang-ulang. Dan unsur-unsur yang ditetapkan dalam pasal 82 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto UU RI No. 17 tahun 2016 mengenai penerapan  PERPU No. 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan ketentuan pasal 64 KUHPidana sudah terpenuhi, maka DA dapat diancam hukuman 20 tahun dan dapat ditambahkan sepertiga dari pidana pokoknya, karena korban masih dalam asuhan pelaku.

"Itu artinya perbuatan menjijikkan yang DA lakukan dapat diancam dengan hukuman maksimal seumur hidup," ucap Arist.

Sementara itu, menurut Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, AKP Faria Arista, pihaknya telah menerima laporan dari ND (19) kakak kandung korban atas kasus tindak asusila atau kejahatan seksual terhadap Putri (11) bukan nama sebenarnya.

"Kakak korban datang langsung ke Mapolres Lampung Barat melaporkan kasus ini. Selanjutnya, kami bersama anggota langsung menangkap pelaku di kediamannya," kata AKP Faria Arista mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi.

Penangkapan ini, lanjut Faria, dipimpin langsung Kanit Lidik 1 Ipda Alfian Ujang. Hasil interogasi pihak kepolisian pelaku mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap korban.

Dalam melakukan aksi bejatnya itu, pelaku mengancam akan mematahkan kaki dan tangan putrinya. 

"Kata-kata inilah yang selalu dilakukan hampir setiap hari saat melakukan aksi bejatnya itu," jelasnya.

Berdasarkan hasil penyidikan Faria, aksi bejat itu terjadi berulang kali dan bertahun-tahun hingga Putri menginjak kelas 6 SD atau berusia 11 tahun. 

"Terakhir dilakukan DA terhadap putrinya itu pada hari Sabtu 29 Juni 2018 sekitar pukul 13.00 di rumahnya," pungkasnya. (uya).

Tags:

Berita Terkait

Related News