Sepenggal Harapan Rendi Yang Sirna

CIREBON-Rendi Adinugraha (8) warga Desa Kaliwedi Kidul, Kecamatan Kaliwedi, merupakan anak yang menderita kelumpuhan akhirnya dikunjungi pihak Puskesmas Kaliwedi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. 

Namun sayang, dalam kunjungan tersebut keluarga Rendi dibuat kecewa. Pasalnya, dalam kunjungan itu petugas puskesmas dan dinkes tidak memberikan bantuan apapun terlebih untuk biaya pengobatan Rendi.

"Mereka datang ke sini hanya menyarankan agar kami segera membawa Rendi ke rumah sakit dengan rujukan dari puskesmas," ucap Linda, ibu kandung Rendi saat dikonfirmasi Portaljabar.net di kediamannya, Rabu (3/7/2019).

Namun, lanjut Linda, para petugas hanya sekedar datang tanpa memikirkan biaya dan keterangan lengkap lainnya terkait pengobatan yang harus dijalani. Linda pun mengaku kebingungan terkait langkah selanjutnya yang harus Ia lakukan untuk sang buah hati.

"Mereka hanya meminta untuk membawa Rendi dirujuk ke RS Arjawinangun. Begitu saja, tanpa ada keterangan lainnya," katanya.

Kondisi Kediaman Rendi Yang Berdiri Di Atas Tanah Milik Pekerjaan Umum Kecamatan Kaliwedi, Terlihat Sangat Memprihatinkan. (Foto : Abdulrohman/PJ).

Padahal dalam pengobatan di rumah sakit itu, dipastikan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Karena ia yakin putranya harus menjalani rawat inap.

"Untuk biaya selama di RS uang dari mana? Meskipun pengobatan gratis, tetapi kebutuhan selama di rumah sakit pasti ada. Untuk makan sehari-hari saja harus cari barang bekas dulu,” keluh Linda.

Sebelumnya, ia sempat membawa Rendi ke Rumah Sakit Arjawinangun dengan memakai SKTM. Akan tetapi, pihak rumah sakit menyarankan agar dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

"Jadi percuma saja, petugas Puskesmas dan orang Dinkes hanya menyarankan kami untuk bawa Rendi ke rumah sakit. Karena sebelumnya juga pernah dibawa ke sana," paparnya.

Terakhir, Linda pun berharap Ia bisa membawa putranya berobat ke salah satu alternatif yang berada di Jawa Tengah yakni totok syaraf untuk membantu kesembuhan Rendi. 

"Karena tidak ada biaya, kami hanya bisa berharap adanya donatur dan pemerintah yang benar-benar memberikan bantuan kepada anak kami," pungkas dia. (abr).

Tags:

Berita Terkait

Related News