DPRD Kabupaten Cirebon Ambil Langkah Cepat Atasi Harga Garam

CIREBON-Mengingat anjloknya harga garam, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Industri serta Komisi II untuk membahas masalah yang dikeluhkan para penambak garam.

Hal itu disampaikan Mustofa selaku Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, bahwa kebijakan pemerintah daerah bukan hanya masalah pembangunan saja, namun masalah ekonomi masyarakat juga harus ditangani dan diperhatikan.

“Saya akan berkoordinasi dengan Komisi II dan Dinas Perdagangan dan Industri. Karena kebijakan pemerintah daerah bukan hanya kebijakan pembangunan saja. Tapi juga masalah ekonomi masyarakat harus ada perhatian dan langkah yang dilakukan,” papar Mustofa pada Portaljabar.net, Sabtu (6/7/2019).

Kabupaten Cirebon sendiri merupakan salah satu pusat penghasil garam terbesar di Jawa Barat. 

“Melalui pengelolaan yang masih manual dan tradisional, produksi garam juga sangat bergantung pada kondisi alam,“ katanya.

Baca Juga : Stok Menumpuk, Ribuan Ton Garam Di Cirebon Tak Laku

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kondisi garam petambak yang tak laku terjual itu tersebar di daerah sentra garam di Jabar, di antaranya terjadi di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Dan jumlahnya mencapai ribuan ton.

Hal tersebut pun dikeluhkan oleh salah seorang petambak garam di desa setempat, Toto (38). Ia mengakui sejak tiba musim hujan akhir 2018 kemarin, harga garam justru terus merosot.

Dari yang sebelumnya harga di gudang penyimpanan perkilogramnya Rp 1.000, turun menjadi Rp 800-Rp 700, dan sekarang Rp 500. Itu pun tidak banyak pembeli yang meminta, sehingga garam-garam milik petambak maupun tengkulak masih menumpuk.

"Jika dijumlah, ya ribuan ton lah garam yang di gudang tidak bisa terjual hingga sekarang. Sebab, satu orang saja ada yang menyimpan 20 sampai 50 ton garam, belum lagi milik penimbang yang satu orang saja punya ratusan ton garam," pungkas Toto salah satu penambak garam. (abr).

Tags:

Berita Terkait

Related News